Kompas.com - 27/03/2022, 16:00 WIB

KOMPAS.comEarth Hour adalah acara tahunan yang dilakukan secara global di semua negara. Pada dasarnya, Earth Hour dilakukan dengan cara mematikan lampu selama 1 jam bersama-sama. Banyak masyarakat yang sangsi dengan dampaknya untuk Bumi. Apa efek Earth Hour?

Apa itu Earth Hour?

Earth Hour adalah acara yang diinisiasi oleh WWF, sebuah organisasi global yang bergerak di bidang perlindungan lingkungan dan planet. Acara ini pertama kali diselenggarakan di Sydney, Australia tahun 2007.

Acara ini diselenggarakan dengan mematikan lampu selama 1 jam bersama-sama. Acara ini telah banyak menginspirasi masyarakat dan menyelenggarakan acara ini bersama-sama di 185 negara. Sehingga, acara ini diselenggarakan sebagai acara tahunan setiap akhir Maret.

Aksi ini dilakukan untuk memulai aksi kepedulian terhadap perubahan iklim. Akhir Maret dipilih karena merupakan musim semi di bagian utara Bumi dan musim gugur di bagian selatan. Pada waktu ini, waktu matahari terbenam terjadi paling dekat dan diyakini akan memberi dampak yang paling besar bagi Bumi jika lampu dimatikan bersamaan.

Baca juga: Gerakan Mematikan Lampu Selama Satu Jam, Catat Tanggal Earth Hour 2022

Efek Earth Hour

Durasi aksi yang singkat, yaitu hanya 1 jam, membuat banyak orang sangsi akan efek atau dampak yang diberikan. Awalnya, kegiatan ini memang dibuat sebagai aksi simbolis saja. Penyelenggara tidak berharap banyak dengan pengurangan energi dan reduksi kadar karbon.

Namun, aksi ini ternyata memberikan dampak yang nyata. Dilansir dari Science Direct, data dari 10 negara menunjukkan acara Earth Hour mampu mengurangi konsumsi listrik dengan rata-rata 4 persen.

Selain itu, aksi mematikan lampu selama 1 jam ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu lingkungan. Isu lingkungan sangat penting untuk diketahui dan menjadi perhatian setiap manusia. Manusia dalam kehidupannya sangat bergantung pada lingkungan.

Sayangnya, kegiatan manusia yang tiada henti banyak menyebabkan rusaknya lingkungan. Kegiatan Earth Hour ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran manusia untuk menjaga lingkungan dengan aksi sekecil apapun.

Efek selanjutnya adalah Earth Hour mengingatkan kita bahwa untuk menyelesaikan isu lingkungan tidak bisa diatasi sendirian. Isu lingkungan harus diatasi bersama oleh seluruh manusia.

Jadi, apa kamu berpartisipasi dalam kegiatan Earth Hour tahun ini?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.