Kompas.com - 04/03/2022, 17:33 WIB

KOMPAS.comMeteoroid merupakan salah satu benda langit bersama dengan planet, asteroid, dan komet. Lantas apa bedanya meteroid dengan benda langit lainnya dan bagaimana terjadinya meteoroid?

Apa itu meteoroid?

Meteoroid adalah batuan kecil yang mengorbit mengelilingi Matahari. Meteoroid ditemukan di banyak ruang di tata surya, seperti di antara planet bahkan di luar tata surya pada Sabuk Kuiper dan Awan Oort.

Sebagian meteoroid merupakan batu-batuan, sedangkan sebagian lainnya tersusun atas logam. Sedangkan sebagian kecilnya merupakan kombinasi batu dan logam.

Menurut International Astronomical Union, meteoroid memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari lebih besar dari satu mikron sampai lebih kecil dari satu meter.

Meteoroid yang memasuki atmosfer Bumi atau atmosfer planet lainnya, akan bergerak dengan kecepatan tinggi dan terbakar. Inilah yang kita kenal dengan nama meteor atau yang disebut juga dengan bintang jatuh.

Jumlah meteoroid sangat banyak di langit. Bahkan, peneliti memperkirakan sekitar 48,5 ton meteoroid masuk ke dalam atmosfer Bumi. Namun, kebanyakan semua telah terbakar habis sebelum menyentuh Bumi. Jika mencapai permukaan Bumi maka meteoroid itu disebut meteorit.

Bagaimana terjadinya meteoroid?

Sebagian besar meteoroid terbentuk dari tabrakan antar asteroid. Tabrakan ini akan menghasilkan debris yang lebih kecil yang dikenal dengan nama meteoroid. Selain itu, meteoroid juga bisa terjadi dari komet atau dari Bulan.

Baca juga: Perbedaan Meteor, Meteoroid, dan Meteorit Menurut NASA

Dampak meteoroid

Meteoroid tidak membahayakan atau memberikan dampak negatif pada tata surya. Namun, NASA meyakini bahwa terdapat dua risiko yang ditimbulkan oleh keberadaan meteoroid.

Pertama, meteoroid berbahaya bagi pesawat luar angkasa. Batuan sekecil apapun misal memecah atau merusak jendela dan sistem pengamanan suhu pada pesawat luar angkasa.

Ini tidak hanya membahayakan astronaut yang ikut dalam misi, namun juga berisiko menyebabkan kerugian materi yang tinggi akibat rusaknya pesawat tersebut.

Kedua, meteoroid berisiko menghantam Bumi. Jika meteoroid memasuki atmosfer Bumi, ia akan terbakar karena gesekan antara permukaannya dengan gas. Meteoroid ini akan menjadi nyala dan dipanggil dengan meteor atau bintang jatuh.

Normalnya, gesekan akan menyebabkan meteoroid habis sebelum menyentuh Bumi. Namun, jika sampai menghantam Bumi dan ukurannya cukup besar, bisa menyebabkan bencana di sekitar jatuhnya meteor.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.