Kompas.com - 25/02/2022, 20:30 WIB

KOMPAS.com - Sebuah penelitian baru mengungkap, anjing ternyata juga berduka ketika kehilangan teman anjing mereka.

Peneliti menyebut, anjing mengalami masa berkabung yang ditunjukkan melalui perilaku setelah kematian anjing lain di rumah yang sama.

Hasil ini didapat setelah peneliti melakukan servei terhadap 426 pemilik anjing di Italia.

"Temuan ini menunjukkan, bahwa seekor anjing mungkin memiliki pola perilaku dan emosi yang terkait dengan kesedihan ketika temannya mati," kata Federica Pirrone, peneliti dari University of Milan.

Baca juga: Peneliti Latih Anjing untuk Mendeteksi Kanker pada Manusia, Kok Bisa?

Mengutip Science Alert, Jumat (25/2/2022) perilaku berduka atau bersedih telah dilaporkan pada berbagai hewan, termasuk simpanse dan gajah. Tetapi belum jelas apakah anjing peliharaan juga mengalaminya. Bukti kesedihan itu pun belum pernah terdokumentasikan sebelumnya.

Jadi penelitian ini, menjadi menarik karena dapat memberi tahu kita mengenai kognisi hewan dan sugestif, karena kesedihan merupakan pengalaman subjektif.

Selain itu pada kasus hewan peliharaan, studi ini dapat membantu pemilik anjing dalam memperhatikan kebutuhan emosional hewan peliharaan mereka.

Dalam studi ini, Pirrone bersama timnya melibatkan 426 responden yang setidaknya memiliki dua anjing namun salah satunya mati.

Pemilik anjing kemudian diminta untuk mengisi kuesioner tentang bagaimana perilaku peliharaan mereka setelah kehilangan salah satu anjing lainnya.

Pemilik juga diminta untuk menggambarkan hubungan mereka dengan anjing peliharaan yang sudah mati dan bagaimana respons terhadap kematian hewan peliharaan mereka.

Hasil survei mengungkap, sebagian besar anjing mengalami perubahan perilaku setelah kematian teman mereka.

Sebanyak 67 persen anjing menunjukkan perilaku mencari perhatian. Ini merupakan perilaku paling umum yang didapati.

Baca juga: Studi Ungkap Anjing Dapat Mengenali Pemiliknya dari Suara, Bagaimana Bisa?

Kemudian diikuti 57 persen perilaku yang menunjukkan penurunan keinginan untuk bermain, dan 46 persen anjing mengalami penurunan semua aktivitas. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur, mengalami penurunan napsu makan, dan lebih banyak merengek atau menggonggong.

Sebelum kehilangan hewan peliharaan mereka, 93 persen pemilik melaporkan bahwa anjing mereka telah hidup bersama selama lebih dari satu tahun dan 69 persen memiliki hubungan persahabatan.

Meski begitu, peneliti juga menyebut perlu penelitian lebih lanjut untuk menarik kesimpulan kuat dan menyatakan secara pasti bahwa anjing berduka atas kematian teman-temannya.

Sebab menurut peneliti masih ada faktor lain yang dapat memengaruhi perilaku anjing. Pasalnya, memiliki pemilik yang berduka membuat dapat membuat perubahan perilaku negatif dan ketakutan pada anjing yang masih hidup.

Studi dipublikasikan di Scientific Reports.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.