Kompas.com - 17/02/2022, 11:01 WIB


KOMPAS.com - Sekitar 95 juta tahun yang lalu di tempat yang sekarang adalah Australia, seekor buaya purba tengah berusaha memangsa tubuh dinosaurus dan menelannya.

Namun usai menyantap makanannya itu, buaya purba kemudian mati dan menjadi fosil, termasuk mengawetkan juga dinosaurus yang baru tercerna sebagian di perutnya.

Mengutip Science Alert, Rabu (16/2/2022) buaya purba diketahui pertama kali hidup berdampingan dengan dinosaurus pada periode Trias (251,9 juta hingga 201,3 juta tahun yang lalu).

Sepanjang masa itu, ditemukan bukti sebelumnya, yang menunjukkan bahwa ada beberapa dinosaurus yang menjadi mangsa buaya raksasa tersebut.

Spesies dinosaurus yang menjadi mangsa buaya merupakan dinosaurus kecil yakni dari kelompok ornithopod muda, yang kebanyakan adalah kelompok dinosaurus herbivora bipedal, termasuk dinosaurus berparuh bebek.

Temuan ornithopod di perut buaya purba ini pun bahkan menjadi tulang ornithopod pertama yang ditemukan di bagian benua Australia dan mungkin merupakan spesies yang sebelumnya tak diketahui.

Baca juga: Hidup Sejak Zaman Dinosaurus, Kenapa Fisik Buaya Tak Banyak Berubah?

 

Fosil buaya purba dengan perut berisi santapan dinosaurus terakhirnya tersebut di Great Australian Super Basin, situs yang berasal dari periode Cretaceous, yakni sekitar sekitar 145,5 juta hingga 65,5 juta tahun yang lalu.

Kondisi fosil tersebut juga terawetkan dengan baik, sehingga peneliti masih bisa menganalisisnya. 

Dengan keterbatasan informasi tentang fosil, peneliti pun kemudian memberi nama buaya purba itu Confractosuchus sauroktonos yang berarti "buaya pembunuh dinosaurus".

Fosil buaya purba dengan sisa dinosaurus yang dimangsanya itu, ditemukan tak memiliki ekor, tungkai belakang, dan sebagian besar panggulnya, namun tengkorak dan banyak tulang dari bagian tubuh lain masih utuh.

Menurut peneliti saat mati buaya ini memiliki panjang lebih dari 2,5 meter dan kemungkinan akan tumbuh lebih besar jika hidup.

Analisis bekas gigi pada fosil tulang dinosaurus mengisyaratkan bahwa beberapa buaya purba memakan dinosaurus, baik memburu atau mengais sisa-sisa mereka.

Baca juga: Mampu Serang Dinosaurus, Nenek Moyang Buaya Punya Gigi Sebesar Pisang

Ilustrasi buaya purba memangsa dinosaurus ornithopod. Fosil buaya purba ditemukan dengan sisa dinosaurus yang disantapnya.Julius Csotonyi via SCIENCE ALERT Ilustrasi buaya purba memangsa dinosaurus ornithopod. Fosil buaya purba ditemukan dengan sisa dinosaurus yang disantapnya.

Selama ini, para ahli paleontologi jarang menemukan isi usus yang terawetkan pada fosil buaya purba, mungkin karena isi mereka mengandung asam korosif yang kuat seperti halnya buaya modern.

Penemuan fosil baru ini pun memberikan bukti definitif pertama yang menunjukkan bahwa dinosaurus menjadi makanan buaya raksasa.

Pemindaian dinosaurus dalam perut buaya purba

Dalam studinya terbaru tersebut, peneliti harus melakukan pemindaian perut buaya dengan perangkat computed tomography (CT) sinar-X karena tulang dinosaurus kecil terlalu rapuh untuk dikeluarkan dari batu di sekitarnya.

Peneliti kemudian membuat model 3D digital dari tulang halus tersebut. Mereka juga menghitung bahwa dinosaurus memiliki berat hampir 1,7 kg.

Baca juga: Dinosaurus Punah, Hanya Buaya yang Bertahan, Apa Rahasianya?

 

Lebih lanjut, analisis dari data CT scan fosil menunjukkan sebagian besar kerangka dinosaurus masih terhubung setelah dimakan, tetapi ketika buaya mulai mengunyah, ia menggigit sangat keras sehingga mematahkan salah satu tulang paha ornithopod menjadi dua dan meninggalkan gigi di tulang paha lainnya.

Hasil analisis menunjukkan juga bahwa dinosaurus merupakan menu rutin dalam makanan para buaya purba ini.

"Kemungkinan dinosaurus adalah sumber daya penting dalam jaring makanan ekologis di zaman Kapur," kata Matt White, penulis utama studi.

"Mengingat kurangnya spesimen global yang sebanding, buaya prasejarah ini dan makanan terakhirnya akan terus memberikan petunjuk tentang hubungan dan perilaku hewan yang menghuni Australia jutaan tahun yang lalu," tambahnya

Temuan fosil yang menunjukkan dinosaurus jadi makanan terakhir buaya purba ini telah dipublikasikan di jurnal Gondwana Research.

Baca juga: Bukti Pertama, Dinosaurus Idap Penyakit Pernapasan Mematikan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.