Studi CDC Ungkap Efektivitas Vaksin Booster Turun Setelah Empat Bulan

Kompas.com - 15/02/2022, 11:05 WIB

KOMPAS.com - Dua penelitian baru yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), menunjukkan bahwa efektivitas vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna akan menurun dalam waktu empat bulan.

Kendati demikian, CDC menegaskan vaksin Covid-19 sangat aman dan masih memberikan perlindungan tinggi terhadap risiko gejala parah akibat Covid-19.

Artinya, bukti berkurangnya efektivitas vaksin tersebut juga memperkuat pentingnya pertimbangan pemberian dosis vaksin tambahan, untuk mencegah rawat inap di rumah sakit bagi pasien yang terinfeksi virus corona.

Dalam studi yang dipublikasikan pada Jumat (11/2/2022) di Morbidity and Mortality Weekly Report CDC, para ilmuwan meneliti efektivitas vaksin terhadap potensi rawat inap akibat infeksi Covid-19 di antara orang dewasa di Amerika Serikat.

Baca juga: Kemenkes: Riset Vaksin Covid-19 dapat Kurangi Risiko Kematian Pasien

Mereka adalah orang yang sudah divaksinasi lengkap atau sudah menerima vaksin dosis ketiga (booster).

Tim menggunakan data dari 241.204 instalasi gawat darurat atau kunjungan perawatan, dan 93.408 rawat inap di 10 negara bagian, selama 26 Agustus 2021 hingga 22 Januari 2022.

Hasilnya menunjukkan, bahwa efektivitas vaksin Covid-19 terhadap risiko perawatan gawat darurat maupun rawat inap lebih tinggi setelah pemberian booster dibandingkan setelah dosis kedua. Akan tetapi, efektivitas itu tampaknya berkurang seiring berjalannya waktu.

Dengan merebaknya varian Omicron yang sudah mendominasi di Amerika Serikat, didapatkan data efektivitas vaksin untuk mencegah kondisi darurat mencapai 87 persen, sementara pada risiko rawat inap sebesar 91 persen.

Namun, data menunjukkan bahwa pada bulan keempat, efektivitas masing-masing vaksin turun menjadi 66 persen pada kondisi darurat , dan 78 persen pada kasus rawat inap.

"Secara keseluruhan, temuan ini menggarisbawahi pentingnya mendapatkan dosis ketiga vaksin mRNA Covid-19 untuk mencegah kondisi gawat darurat dan rawat inap akibat Covid-19 di antara orang dewasa," tulis para peneliti di CDC dilansir dari CNN, Minggu (13/2/2022).

Baca juga: Kemenkes Ungkap Hasil Riset Vaksin Booster Sinovac dan Moderna, Seperti Apa?

Studi lain yang diterbitkan CDC juga telah menganalisis keamanan pada suntikan booster Covid-19 pada 721.562 orang dewasa yang menerima suntikan vaksin dosis ketiga.

Kemudian mereka menemukan, bahwa vaksin booster masih tetap aman, dan orang yang disuntikkan jenis vaksin yang sama (homolog) lebih sedikit mengalami reaksi pasca vaksinasi booster dibandingkan pemberian dosis kedua.

Oleh karena itu, CDC meminta penyedia vaksin dapat memberikan informasi kepada masyarakat terkait reaksi apa yang dapat terjadi setelah pemberian vaksin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Timeline Penyebaran Virus Corona di Dunia hingga Ditetapkan sebagai Pandemi

Timeline Penyebaran Virus Corona di Dunia hingga Ditetapkan sebagai Pandemi

Oh Begitu
Gelombang Panas Untuk Pertama Kalinya Diberi Nama

Gelombang Panas Untuk Pertama Kalinya Diberi Nama

Fenomena
Kenapa Mata Manusia Punya Bagian Berwarna Putih? Ini Penjelasannya

Kenapa Mata Manusia Punya Bagian Berwarna Putih? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
Ibu Muda di Tasikmalaya Meninggal Saat Lomba Balap Karung, Ini Kata Dokter

Ibu Muda di Tasikmalaya Meninggal Saat Lomba Balap Karung, Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Mengenal Axolotl, Salamander Unik yang Tidak Pernah 'Tua'

Mengenal Axolotl, Salamander Unik yang Tidak Pernah 'Tua'

Oh Begitu
Apakah Kleptomania Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasan Ahli

Apakah Kleptomania Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Mengenal Salamander, Hewan Amfibi yang Aktif Cari Makan di Malam Hari

Mengenal Salamander, Hewan Amfibi yang Aktif Cari Makan di Malam Hari

Oh Begitu
Rara Pawang Hujan Klaim Istana Negara Cerah karena Aksinya, Begini Analisis Cuaca BMKG

Rara Pawang Hujan Klaim Istana Negara Cerah karena Aksinya, Begini Analisis Cuaca BMKG

Oh Begitu
Bagaimana Cara Menghindari Cedera Olahraga bagi Usia 40 Tahun ke Atas?

Bagaimana Cara Menghindari Cedera Olahraga bagi Usia 40 Tahun ke Atas?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apakah Buah Kecubung Berbahaya jika Dikonsumsi | Apa Itu Cedera Olahraga | Bunga Bangkai Bekasi Sejenis Suweg

[POPULER SAINS] Apakah Buah Kecubung Berbahaya jika Dikonsumsi | Apa Itu Cedera Olahraga | Bunga Bangkai Bekasi Sejenis Suweg

Oh Begitu
Mengenal Salamander, Amfibi yang Mirip Katak dan Kadal

Mengenal Salamander, Amfibi yang Mirip Katak dan Kadal

Oh Begitu
Mengapa Banyak Masyarakat Indonesia Memilih Berobat ke Luar Negeri?

Mengapa Banyak Masyarakat Indonesia Memilih Berobat ke Luar Negeri?

Kita
Studi Ungkap Megalodon Mampu Menelan Utuh Paus Berukuran 8 Meter

Studi Ungkap Megalodon Mampu Menelan Utuh Paus Berukuran 8 Meter

Oh Begitu
CDC Ungkap Kasus Penularan Cacar Monyet Tanpa Kontak Seksual, Ini Hasil Studinya

CDC Ungkap Kasus Penularan Cacar Monyet Tanpa Kontak Seksual, Ini Hasil Studinya

Oh Begitu
Ratusan Batu Kristal Langka Ditemukan di Pemakaman Prasejarah, Untuk Apa?

Ratusan Batu Kristal Langka Ditemukan di Pemakaman Prasejarah, Untuk Apa?

Fenomena
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.