Kompas.com - 06/02/2022, 16:30 WIB

KOMPAS.com - Jika sedang musim sakit seperti ini, terkadang kita berinisiatif untuk membeli sendiri obat di apotek. Perhatikan obat yang Anda beli. Terdapat lingkaran dengan warna hijau, biru, atau merah pada kemasan obat. Apa Anda sudah tahu arti tanda warna pada obat tersebut?

Tanda warna pada obat

Simbol lingkaran dengan warna yang berbeda-beda ternyata menunjukkan penggolongan obat tersebut. Penggolongan ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketepatan penggunaan obat bagi konsumen. Tidak sembarangan, pengaturan simbol warna ini diatur dalam Permenkes Nomor 917/MENKES/PER/X/1993 tentang Golongan Obat.

Penggolongan obat tersebut membagi obat menjadi 6 golongan dengan simbol warna sendiri-sendiri.

1. Obat bebas

Simbol obat bebasKemenkes Simbol obat bebas

Obat bebas memiliki tanda lingkaran hijau dengan garis batas hitam tegas di sekelilingnya. Obat ini merupakan obat yang aman dikonsumsi tanpa resep dokter. Contoh obat bebas adalah parasetamol, aspilet, natrium diklofenak, dan lain-lain.

2. Obat bebas terbatas

Simbol obat bebas terbatasKemenkes Simbol obat bebas terbatas

Obat bebas terbatas memiliki tanda khusus lingkaran biru dengan garis hitam di tepinya. Selain tanda tersebut, obat ini dilengkapi peringatan aturan pakai obat. Obat ini merupakan obat keras namun relatif aman untuk digunakan tanpa resep dokter, oleh karena itu penting untuk memahami peringatan pendampingnya, sebagai berikut:

  • P. No. 1: Awas! Obat Keras. Bacalah aturan pakai memakainya. Contoh obat ini adalah obat-obatan batuk dan pilek.
  • P. No. 2: Awas! Obat Keras. Hanya untuk kumur jangan ditelan. Contoh obat ini adalah obat kumur yang mengandung povidon iodin.
  • P. No. 3: Awas! Obat Keras. Hanya untuk bagian luar dari badan. Contoh obat peringatan nomor 3 adalah salep untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit.
  • P. No. 4: Awas! Obat Keras. Hanya untuk dibakar.
  • P. No. 5: Awas! Obat Keras. Tidak boleh ditelan.
  • P. No. 6: Awas! Obat Keras. Obat wasir, jangan ditelan. Contoh obat ini adalah obat-obat suppositoria yang dimasukkan melalui anus.

Baca juga: Ivermectin Obat Keras, Penggunaannya untuk Covid-19 Bisa Timbulkan Efek Samping Besar

3. Obat keras

Simbol obat kerasKemenkes Simbol obat keras

Obat keras adalah obat-obatan yang hanya bisa dibeli menggunakan resep dokter, seperti antibiotik, obat hipertensi, jantung, kanker, dan obat-obatan yang harus dimasukkan melalui suntikan. Obat ini memiliki simbol lingkaran merah dengan huruf K di dalam lingkaran berwarna hitam.

4. Obat Wajib Apotek (OWA)

Obat ini adalah obat-obatan dasar yang bisa membantu masyarakat secara mandiri mengatasi keluhan ringan dengan obat dan takaran yang rasional. Contoh obat-obatan OWA adalah obat maag, kontrasepsi oral, obat asma, obat penahan rasa sakit dan obat antialergi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.