Kompas.com - 06/02/2022, 11:05 WIB

KOMPAS.com - Elephant Endotheliotrophic Herpes Virus (EEHV), menjadi virus herpes yang menyerang gajah, dan memiliki tingkat kematian hingga 85 persen.

Para ilmuwan di University of Surrey di Kebun Binatang Chester, memulai percobaan pertama di dunia terkait vaksin yang melawan penyakit tersebut dan berpotensi menyelamatkan nyawa hewan berbelalai panjang ini.

Sebelumnya, tim dokter hewan di kebun binatang tersebut berhasil menyelamatkan gajah berusia lima tahun bernama Indali dari virus yang mematikan ini.

Baca juga: Langka, Bayi Gajah Kembar Lahir di Kenya

Tak hanya menyerang gajah, virus ini juga telah membunuh sebanyak tujuh anak sapi di kebun binatang tersebut.

“Biasanya kami kehilangan gajah berusia 18 bulan hingga tiga tahun,” ujar penjaga gajah di Kebun Binatang Chester Katie Morrison seperti dikutip dari BBC, Sabtu (5/2/2022).

Virus EEHV

Virus ini ditemukan pada tahun 1990 dan secara resmi ditandai pada tahun 1999 oleh para peneliti di Kebun Binatang Smithsonian di Washington DC.

Para peneliti mengaitkan 10 kasus penyakit hemoragik yang sangat fatal pada gajah muda Asia dan Afrika.

Dalam setiap kasus, ditemukan partikel mirip virus herpes di sel hati, hati, dan lidah gajah yang mati. Sejak itu, virus menjadi mimpi buruk di kebun binatang.

Baca juga: Studi: Belalai Gajah Termasuk Bagian Tubuh Hewan Paling Sensitif

Studi baru yang dipimpin oleh ilmuwan hewan yang berbasis di Berlin Sonia Jesus Fontes, menghitung virus ini telah menyebabkan sebanyak 52 persen kematian gajah Asia di kebun binatang Eropa sejak 1985.

Sementara itu, di kebun binatang Amerika Utara, virus ini menyumbang 50 persen kematian gajah sejak 1980.

Saat ini virus telah terdeteksi di cagar alam, taman safari, dan yang lebih mengkhawatirkan di kawanan gajah liar di sembilan negara.

Sejak 2010, Kebun Binatang Chester hanya memiliki satu anak sapi yang bertahan hidup hingga usia lima tahun. Semua yang lain meninggal karena EEHV.

Sekelompok peneliti di seluruh dunia mempelajari EEHV, tapi saat ini Kebun Binatang Chester mengambil langkah penting dengan uji coba vaksin.

“Kami tahu hampir tidak mungkin mencegah infeksi. Kami berusaha mencegah penyakit serius dan kematian,” kata Ilmuwan utama dibalik pengembangannya Prof Falko Steinbach dari University of Survey.

Baca juga: 5 Hewan yang Memiliki Gading Selain Gajah

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.