Kompas.com - 04/02/2022, 10:01 WIB


KOMPAS.com - Dalam satu tahun, Februari menjadi bulan yang sangat unik. Sebab, Februari memiliki jumlah hari yang lebih pendek dibandingkan bulan lainnya. Februari 2022 pun hanya ada 28 hari saja.

Sementara, Februari 2020, masuk dalam tahun kabisat, yang mana Bulan Februari memiliki tambahan satu hari, sehingga jumlahnya menjadi 29 hari.

Lantas, kenapa bulan Februari hanya memiliki 28 hari?

Menjawab hal tersebut, astronom amatir Marufin Sudibyo mengungkapkan bahwa alasan 28 hari di Februari dikarenakan faktor sejarah Romawi.

Baca juga: Fenomena Langit Februari 2022: Bulan Sabit Awal Rajab hingga 3 Asteroid Lewat Dekat Bumi

 

Adapun nama bulan Februari sudah ada dalam kalender Romawi pra-Julian, yakni sebelum era Raja Julius Caesar.

Pada saat itu, kalender Romawi tersebut merupakan kalender berbasis pergerakan bulan dan matahari atau saat suryacandra (lunisolar calendar).

"Februari pada saat itu juga tetap merupakan bulan kedua, baik dalam tahun biasa yang terdiri atas 12 bulan dengan total usia 355 hari, maupun tahun kabisat yang terdiri atas 13 bulan dengan total usia 377 atau 378 hari," beber Marufin kepada Kompas.com, Kamis (3/2/2022).

Dia menambahkan, dalam tahun biasa pada era tersebut bulan Februari berjumlah 28 hari. Sedangkan, dalam tahun kabisat jumlahnya terpangkas menjadi 23 atau 24 hari saja.

Baca juga: Mengapa Hari Raya Imlek Selalu Jatuh di Bulan Januari atau Februari? Ini Penjelasan Ahli

Kalender 2022Freepik.com Kalender 2022

Sebab, sisa hari dialihkan pada bulan ke-13 atau bulan tambahan (interkalaris) yang berjumlah 27 hari.

"Sementara sisa bulan lainnya berusia masing-masing 29 atau 31 hari. Tidak ada yang berusia 30 hari," imbuhnya sambil menjelaskan kenapa Februari hanya 28 hari.

Kemudian, setelah reformasi kalender oleh Raja Julius Caesar pada tahun 46 Sebelum Masehi, kalender Romawi berubah menjadi kalender murni berbasis pergerakan matahari atau kala surya semata.

Acuannya, kata Marufin, ialah periode tropis matahari yang ditetapkan menjadi 365,25 hari.

Sehingga, jumlah bulan dalam satu tahun tetap 12 bulan baik dalam tahun biasa maupun tahun kabisat.

Baca juga: Fenomena Langit Februari 2021: Obyek 2020 SO hingga Asteroid Lewat Dekat Bumi

 

"Jumlah hari tahun biasa adalah 365 hari, yang terdistribusi pada 11 bulan dengan usia masing-masing 30 atau 31 hari. Dan sisanya ditetapkan sebagai Februari, yang berusia 28 hari," terang Marufin.

Pembagian serupa juga tetap digunakan pada tahun kabisat, yang memiliki jumlah hari 366 hari.

Sementara, status tahun kabisat hanya berimplikasi pada bulan Februari yang ditetapkan menjadi 29 hari.

Menurut Marufin, pembagian penanggalan tersebut tidak berubah meskipun terjadi reformasi Gregorian pada tahun 1582 Masehi.

"Reformasi Gregorian hanya mengatur bila sebelumnya terdapat 100 tahun kabisat dalam setiap empat abad, maka diubah menjadi hanya 97 tahun kabisat saja dalam empat abad yang sama," jelasnya.

Baca juga: Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.