Kompas.com - 03/02/2022, 08:01 WIB


KOMPAS.com - Studi baru yang dilakukan peneliti di Denmark menemukan bahwa subvarian Omicron, BA.2, lebih cepat menular daripada subvarian sebelumnya, yaitu BA.1. Varian ini belakangan populer disebut 'Son of Omicron'.

Para peneliti pun mengungkapkan subvarian Omicron atau BA.2 itu dapat menginfeksi orang yang sudah divaksinasi Covid-19.

Dilansir dari Reuters, Senin (31/1/2022) tim peneliti menganalisis jumlah infeksi virus corona pada lebih dari 8.500 rumah tangga di Denmark antara bulan Desember hingga Januari.

Hasilnya menunjukkan pasien Omicron yang terinfeksi subvarian BA.2 lebih menular.

Setidaknya, varian Son of Omicron ini, 33 persen lebih berisiko menularkannya kepada orang lain, dibandingkan dengan pasien yang terpapar subvarian BA.1.

Sejauh ini, subvarian BA.1 menyebabkan lebih dari 98 persen kasus Covid-19 varian Omicron secara global.

Baca juga: Varian BA.2 Omicron Terdeteksi di 40 Negara, Apa Itu?

 

 

Akan tetapi, subvarian BA.2 tampaknya mulai menjadi strain paling dominan di Denmark sejak pekan kedua Januari. Son of Omicron lebih menular telah meningkatkan angka kasus Covid-19 di negara ini.

"Kami menyimpulkan bahwa Omicron BA.2 secara signifikan jauh lebih menular daripada BA.1, dan juga dapat menghindari kekebalan yang mengurangi efek perlindungan vaksinasi terhadap infeksi," demikian tulis peneliti studi.

Adapun studi yang belum ditinjau oleh sejawat ini dilakukan oleh tim peneliti dari Statens Serum Institut (SSI), Copenhagen University, Statistics Denmark, serta Technical University of Denmark.

"Jika Anda telah terpapar Omicron BA.2 di rumah, Anda memiliki kemungkinan 39 persen terinfeksi dalam tujuh hari. Jika Anda terpapar (subvarian) BA.1, kemungkinan (terinfeksinya) adalah 29 persen," kata penulis utama studi, Frederik Plesner.

Di samping itu, para peneliti mengungkapkan tentang Son of Omicron subvarian BA.2 relatif lebih baik dalam menginfeksi orang yang divaksinasi dan mendapatkan vaksin booster dibandingkan subvarian BA.1.

Baca juga: 3 Fakta BA.2, Subvarian Virus yang Dijuluki Son of Omicron

Ilustrasi varian Omicron membawa banyak mutasi virus corona. Sama-sama variant of concern, bukti awal menunjukkan gejala dari varian Omicron sangat berbeda dengan varian Delta. Bahkan gejala varian Omicron lebih mirip pilek. Covid varian Omicron ini disebut lebih menular, baik dari virus aslinya maupun dari varian Delta. SHUTTERSTOCK/Corona Borealis Studio Ilustrasi varian Omicron membawa banyak mutasi virus corona. Sama-sama variant of concern, bukti awal menunjukkan gejala dari varian Omicron sangat berbeda dengan varian Delta. Bahkan gejala varian Omicron lebih mirip pilek. Covid varian Omicron ini disebut lebih menular, baik dari virus aslinya maupun dari varian Delta.

Sebab, subvarian Omicron yang dijuluki 'Son of Omicron" ini memiliki sifat dapat menghindari imunitas yang dibentuk vaksin.

Meski begitu, vaksin Covid-19 masih terbukti dalam mencegah penyakit parah , rawat inap, hingga kematian.

Tim peneliti juga menggarisbawahi, baik individu yang menerima vaksin booster ataupun yang divaksinasi lengkap kecil kemungkinannya untuk terinfeksi dan menularkan salah satu subvarian, jika dibandingkan dengan mereka yang belum divaksinasi.

Son of Omicron terdeteksi di 57 negara

Dalam pembaruan epidemiologi mingguannya, badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat pada Selasa (1/2/2022) di beberapa negara, subvarian BA.2 sudah menyumbang lebih dari setengah dari keseluruhan kasus Omicron.

Baca juga: Varian BA.2 Omicron Terdeteksi di 40 Negara, Apa Itu?

 

Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut subvarian BA.2 sudah terdeteksi di 57 negara.

"Spesimen BA.2 telah diserahkan ke GISAID dari 57 negara hingga saat ini," ujar WHO seperti dilansir dari NDTV, Rabu (2/2/2022).

Kendati studi di Denmark menyebutkan bahwa BA.2 lebih mudah menular, WHO menyampaikan sampai saat ini informasi yang diketahui tentang subvarian tersebut masih sangat sedikit.

Termasuk karakteristik, seberapa cepat penularannya, hingga bagaimana virulensi atau kemampuan virus untuk menginfeksi seseorang.

"Kami ingin orang-orang sadar bahwa virus (varian Omicron) ini terus menyebar dan terus berkembang. Sangat penting bagi kita untuk mengambil langkah dalam mengurangi paparan terhadap virus varian apa pun," kata Maria Van Kerkhove, kepala tim teknis WHO.

Baca juga: Apa Saja Gejala Varian Omicron pada Balita?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters,NDTV
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.