Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
RS Pondok Indah Group

RS Pondok Indah Group adalah grup rumah sakit swasta yang mengelola tiga rumah sakit, yakni RS Pondok Indah - Pondok Indah, RS Pondok Indah - Puri Indah, dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya. Ketiga rumah sakit ini didukung para dokter ahli dari berbagai disiplin ilmu serta mengadopsi teknologi medis terkini untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan terdepan.

Efek Samping Vaksin pada Penderita Anxiety, Apakah Ada?

Kompas.com - 31/01/2022, 16:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
Halo Prof

Konsultasi kesehatan tanpa antre dokter

Temukan jawaban pertanyaanmu di Kompas.com

KOMPAS.com - Pada penderita anxiety, vaksinasi dan potensi efek sampingnya bisa menjadi penyebab kecemasan. Hal inilah yang dirasakan oleh MF, seorang laki-laki berusia 18 tahun dari Padang. Dia pun mengirimkan pertanyaannya ke subrubrik Halo Prof! Kompas.com:

"Apakah efek samping atau bagaimana sensasi seorang penderita anxiety atau GERD setelah divaksin? Saya takut setelah di vaksin anxiety saya kambuh dan napas saya akan sesak. Terima kasih."

Pertanyaan ini dijawab oleh dr. Anggia Hapsari, Sp.KJ (K), Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Konsultan Psikiatri Anak & Remaja dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya. Berikut paparannya:

dr. Anggia Hapsari, Sp.KJ (K)
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
Konsultan Psikiatri Anak & Remaja
RS Pondok Indah ? Bintaro JayaRS Pondok Indah dr. Anggia Hapsari, Sp.KJ (K) Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Konsultan Psikiatri Anak & Remaja RS Pondok Indah ? Bintaro Jaya

Halo Bapak MF! Terima kasih atas pertanyaanya, ya.

Cemas terkait vaksin adalah reaksi normal. Namun, cemas ini perlu dikelola, agar Anda dapat secara jernih berpikir dan mengambil keputusan secara sadar untuk divaksinasi.

Baca juga: Mengenal Gejala Kecemasan atau Anxiety Disorder

Pada individu dengan gangguan kecemasan ataupun penderita GERD atau psikosomatik, umumnya efek samping atau sensasi yang muncul adalah saat prosedur vaksinasi dilakukan. Efek samping disebabkan oleh kecemasan terhadap vaksin dan bukan akibat produk vaksin itu sendiri.

Sensasi tersebut muncul akibat kecemasan atau ketakutan yang berlebihan, tetapi tidak berbahaya dan bersifat sementara (kurang lebih 20 detik).

Sensasi yang muncul dapat berupa serangan panik ataupun serangan kecemasan dengan gejala, seperti jantung berdebar, sesak napas, keringat dingin, kliyengan, sakit kepala, nyeri atau tegang pada otot, kram pada anggota gerak, tekanan darah meningkat ataupun menurun, diare, buang air kecil sering dan sulit ditahan, nyeri ulu hati atau keluhan tidak nyaman pada perut, hingga rasa seperti akan pingsan.

Namun, gejala ini berbeda dengan reaksi anafilaksis terhadap vaksin (reaksi alergi berat terhadap vaksin) karena tidak ditemukan penyebab fisik.

Baca juga: Halo Prof! Ada Gangguan Kecemasan, Bolehkah Vaksinasi Covid-19?

Serangan panik atau serangan kecemasan dapat dicegah dengan menciptakan ruang vaksinasi yang nyaman dan kondusif. Walaupun serangan terjadi, tidak perlu khawatir, tenaga medis di tempat siap untuk memberikan dukungan dan intervensi segera.

Pencegahan mandiri dapat dilakukan dengan latihan relaksasi, mengalihkan kecemasan dengan teknik grounding, stop membaca berita hoaks, mempersiapkan mental, dan apabila diperlukan mengonsumsi obat cemas di pagi hari. Jika kecemasan masih terus berlanjut segera konsultasi dengan psikiater Anda untuk penanganan lebih lanjut.

Semoga jawabannya membantu, ya. Terima kasih.

dr. Anggia Hapsari, Sp.KJ (K)

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa

Konsultan Psikiatri Anak & Remaja

RS Pondok Indah – Bintaro Jaya

Punya pertanyaan terkait kesehatan yang membuat Anda penasaran? Ajukan pertanyaan Anda dengan mengisi formulir di laman ini. Pertanyaan yang terpilih akan dijawab oleh dokter atau ahli terkait.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com