Kompas.com - 28/01/2022, 19:15 WIB

KOMPAS.com - Sebuah studi terbaru menunjukkan, bahwa zat kimia dalam produk plastik yang kerap digunakan masyarakat dapat memengaruhi metabolisme tubuh manusia.

Kondisi ini, menurut peneliti berkontribusi pada perkembangan sel lemak dalam tubuh serta memicu kenaikan berat badan atau obesitas.

Sementara, obesitas telah diketahui sebagai salah satu faktor yang terkait dengan penyebab kematian di dunia, seperti penyakit kardiovaskular maupun kanker.

Adapun penelitian tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Environmental Science and Technology pada Rabu, (26/1/2022) lalu.

Baca juga: Pengelolaan Sampah Plastik di Indonesia Perlu Evolusi Perilaku, Apa Maksudnya?

Tim peneliti dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU) menemukan lebih dari 55.000 komponen kimia yang berbeda dalam produk plastik.

Kemudian mengidentifikasi 629 zat di mana 11 di antaranya diketahui sebagai metabolism disrupting chemicals (MDCs). Zat MDCs sendiri merupakan bahan kimia yang dapat memengaruhi sistem metabolisme dalam tubuh.

“Eksperimen kami menunjukkan, bahwa produk plastik biasa mengandung campuran zat yang dapat menjadi faktor yang berhubungan di balik naiknya berat badan dan obesitas,” papar penulis studi, Martin Wagner seperti dilansir dari Independent, Kamis (27/1/2022).

Para peneliti mengamati 34 produk plastik yang biasa digunakan sehari-hari seperti wadah yoghurt, botol minuman, hingga spons dapur untuk menganalisis bahan kimia yang ada di dalamnya.

Studi sebelumnya juga mengungkapkan, bahwa sejumlah bahan plastik berbahan MDCs dapat memengaruhi perkembangan dan kesuburan.

Selain itu, studi tersebut pun menemukan hal serupa dengan riset NTNU mengenai bahan kimia pada plastik yang berpotensi menambah berat badan dan obesitas pada seseorang.

Meskipun eksperimen bahan kimia ini masih dalam pengujian laboratorium, para peneliti mengatakan, bahwa plastik mungkin juga mengandung bahan kimia yang saat ini belum teridentifikasi sehingga menganggu tubuh dalam mengatur penyimpanan lemak.

“Sangat mungkin penyebabnya seperti Bisphenol A (BPA), yang mengakibatkan gangguan metabolisme ini. Berarti bahan kimia plastik lain selain yang sudah kita ketahui dapat berkontribusi terhadap kelebihan berat badan dan obesitas,” ujar Johannes Volker, peneliti dari Departemen Biologi di NTNU.

Baca juga: Bahaya Plastik BPA, Ini Cara Menghindari Paparan Zat Kemasan Plastik

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.