Kompas.com - 28/01/2022, 19:01 WIB


KOMPAS.com - Kuda nil adalah binatang yang sangat misterius, terutama soal bagaimana komunikasi sosialnya. Sebuah studi mengungkapkan perilaku unik satwa ini, yang akan semprotkan kotorannya saat bertemu pesaingnya.

Studi ini menemukan informasi baru mengenai hewan yang dapat berlari dengan kecepatan 30 km per jam dalam jarak pendek ini.

Mengutip Science Alert, Kamis (27/1/2022) kuda nil termasuk hewan yang bagi manusia jauh lebih berbahaya daripada beruang grizzly tersebut ternyata tidak menyukai keberadaan kuda nil lain di dekat mereka.

Ekspresi tak sukanya itu bahkan mereka tunjukkan dengan cara yang cukup ekstrem, yakni menyemprotkan kotorannya dalam jumlah yang banyak saat mendengar suara asing dari kuda nil lain.

"Kami menemukan bahwa vokalisasi asing menginduksi respons perilaku yang lebih kuat daripada yang dihasilkan oleh individu dari kelompok yang sama atau lainnya," kata salah satu penulis studi, ahli bioakustik University of Saint-Etienne bioacoustician Nicolas Mathevon.

Penelitian ini pun menunjukkan bahwa mereka dapat mengidentifikasi tanda vokal dan berperilaku agresif terhadap kuda nil lain.

Baca juga: Kotoran Kuda Nil Bikin Ekosistem Afrika Terancam Tercemar, Kok Bisa?

 

Dalam studi kuda nil semprotkan kotorannya tersebut tim peneliti melakukan perjalanan ke Cagar Alam Khusus Maputo di Mozambik dan mulai merekam panggilan dari tujuh kelompok kuda nil (Hippopotamus amphibius) di tiga danau.

Peneliti fokus pada 'wheeze honk', vokalisasi atau suara kuda nil yang paling umum. Suara ini dapat didengar dari jarak jauh dan dianggap sebagai bagian dari komunikasi kohesi sosial hewan.

"Mempelajari biologi perilaku kuda nil di alam liar itu sulit karena mereka makan di darat terutama pada malam hari agak menyendiri. Namun bukannya tak mungkin untuk mengidentifikasi dan menemukannya," ungkap para peneliti dalam laporan mereka.

Sementara pada siang hari mereka berkumpul dalam kelompok di dalam air.

Kelompok kuda nil memiliki struktur mulai dari jantan dominan, sejumlah betina, anak-anak, serta jantan lainnya.

Namun tak jelas apakah kawanan kuda nil tersebut akan membentuk kelompok yang stabil atau bisa berpindah ke kawanan lain.

Baca juga: Ilmuwan Desak Pemusnahan Kuda Nil Kokain di Kolombia, Apa Alasannya?

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.