Kompas.com - 26/01/2022, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Hujan es disertai angin kencang serta kilat atau petir melanda kawasan Bogor dan Tasikmalaya selama dua hari belakangan, Senin (24/1/2022) dan Selasa (25/1/2022).

Dari beberapa video yang sempat viral di berbagai platform media sosial, terlihat hujan es disertai angin kencang membuat sejumlah pohon tumbang dan atap rumah warga rusak akibat terjangan angin. Selain itu, angin kecang juga mengakibatkan sebuah reklame ambruk.

Terkait kedua peristiwa ini; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan hasil analisis mereka.

Prakirawan Cuaca BMKG Tomi Ilham membenarkan telah terjadinya hujan es, angin kencang disertai kilat atau petir yang melanda wilayah Bogor pada hari Senin kemarin.

Dijelaskan Tomi, kejadian cuaca ekstrem ini didukung oleh adanya NINO 3.4, Indeks Surge, SST dan Anomali, tekanan udara dan pola angin, kelembapan relatif, labilitas udara, serta keadaan awan; baik yang dilihat dari citra satelit maupun radar cuaca. 

Baca juga: BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Berbagai parameter yang terpantau itulah yang mengakibatkan bencana, seperti pohon tumbang dan bangunan rusak akibat hujan es di Bogor dan Tasikmalaya.

Masih berpotensi cuaca ekstrem

Namun, BMKG memprediksikan bahwa hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan kilat atau petir masih berpotensi terjadi pada tanggal 26-27 Januari 2022.

Selain Bogor dan Tasikmalaya, curah hujan dengan intensitas lebat, sangat lebat hingga ekstrem disertai petir atau kilat dan angin kencang masih berpotensi tinggi terjadi di seluruh wilayah Jawa Barat.

"Cuaca ekstrem ini diperkirakan akan terjadi hingga Maret 2022, khususnya bagian selatan, tengah, dan utara wilayah Jawa Barat," kata Tomi kepada Kompas.com, Rabu (26/1/2022).

Sementara itu, puncak musim hujan di daerah Jawa Barat akan terjadi pada Januari hingga Februari 2022.

Tomi mengingatkan daerah-daerah, khususnya yang bertopografi curam, bergunung atau rawan longsor, agar tetap waspada terhadap hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi berturut-turut selama beberapa hari.

Baca juga: Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

"Pada daerah dataran rendah dan dekat aliran sungai, untuk mewaspadai potensi genangan atau banjir," ujarnya.

Masyarakat dan instansi juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap tingginya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hujan es dan angin kencang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.