Kompas.com - 26/01/2022, 13:01 WIB

KOMPAS.com - Tahun lalu, arkeolog di Mesir mempublikasikan temuan mereka yang fantastis, mumi seorang wanita hamil beserta janinnya.

Siapa wanita itu dan bagaimana ia meninggal lebih dari 2000 tahun, masih menjadi misteri. Itu kenapa mumi perempuan tersebut kemudian disebut sebagai Wanita Misterius.

Namun selain soal identitasnya itu, peneliti rupanya juga tertarik soal bagaimana janin dalam perutnya juga bisa ikut terawetkan.

Dan kini, penelitian baru berhasil mengungkapnya.

Baca juga: Dijuluki Wanita Misterius, Ini Mumi Wanita Hamil Tujuh Bulan Pertama di Dunia

Mengutip Science Alert, Selasa (25/1/2022) penelitian baru yang dilakukan Warsaw Mummy Project mengungkap, pengawetan janin itu terjadi melalui pengasaman tubuh perempuan saat ia membusuk. Prosesnya mirip dengan yang terjadi pada pengasinan telur.

"Janin tetap berada di rahim yang tak tersentuh dan mulai katakanlah terawetkan seperti acar. Ini bukan perbandingan yang paling estetis, tetapi bisa menyampaikan gagasan itu," jelas tim peneliti.

Selanjutnya, studi yang dipimpin oleh bio-arkeolog Marzena Ozarek-Szilke dari Universitas Warsawa di Polandia dan arkeolog Wojciech Ejsmond dari Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia ini memaparkan ph darah dalam mayat, termasuk kandungan, turun secara signifikan menjadi lebih asam.

Sementara konsentrasi amonia dan asam format meningkat seiring waktu. Selain itu juga pengisian tubuh dengan natron (campuran garam yang dikumpulkan dari dasar danau kering) membuat akses oksigen sangat terbatas.

Hasil akhirnya adalah rahim yang hampir tertutup rapat dan berisi janin.

Sebelumnya, temuan janin di rahim mumi ini sempat diragukan oleh ahli radiologi Sahar Saleem dari Universitas Kairo di Mesir.

Ia menyebut tak ada tulang yang dapat dideteksi dalam pemindaian mumi, sehingga identifikasi janin tidak meyakinkan.

Namun Ozarek-Szilke dan timnya punya argumen lain. Tulang janin sangat kurang termineralisasi selama dua trisemester pertama, artinya memang akan sulit dideteksi setelah mengalami proses pengawetan. Tulang janin bahkan sulit ditemukan selama penggalian arkeologis.

Selain itu juga proses pengasaman yang terjadi di dalam mayat Wanita Misterius juga makin mendemineralisasi tulang janin yang sudah rapuh.

Jadi bisa dikatakan Wanita Misterius bersama janinnya memiliki proses mumifikasi yang berbeda.

Wanita Misterius dimumikan dengan menggunakan natron, campuran garam alami yang digunakan orang Mesir kuno untuk mengeringkan dan mendisinfeksi tubuh.

Sedangkan janin dalam rahimnya, terawetkan karena lingkungan asam yang dihasilkan saat tubuh ibunya mulai mengalami pembusukan.

Baca juga: Puluhan Mumi Ditemukan Saat Menggali Makam Cleopatra di Mesir

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.