Kompas.com - 25/01/2022, 17:05 WIB

KOMPAS.com - Tren kasus infeksi Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Bersamaan dengan program vaksinasi Covid-19 masih terus digalakkan di tanah air, untuk menciptakan terjadinya super immunity.

Super immunity adalah kekebalan individu yang diperoleh dari kombinasi imuniti yang didapat dari infeksi alami dan vaksinasi.

Untuk itu, Dokter di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedoktera Universitas Airlangga, dr Helmia Hasan, Sp.P(K), M.PD.Ked mengatakan, secara terminologinya super immunity juga bisa disebut dengan hybrid immunity

"Super immunity pada Covid-19 itu terbentuk dari kombinasi imunitas pasca-infeksi dan pasca vaksinasi," kata Helmia dalam diskusi daring bertajuk Super Immunity on Covid-19: What and How?, Sabtu (22/1/2022).

Baca juga: Bagaimana Super Immunity Terbentuk? Ini Penjelasan Ahli

Artinya, kata dia, individu yang telah divaksinasi lengkap kemudian ditambah dengan adanya riwayat pernah terinfeksi Covid-19 sebelumnya, akan memiliki respon antibodi 25-100 kali lebih tinggi.

Hal ini dikarenakan, akibat injeksi dosis vaksin dan antibodi alami yang muncul setelah terinfeksi Covid-19 membuat respons sel B memori dan TCD4+ memori juga akan meningkat.

"Ini merupakan perlindungan silang yang lebih baik terhadap banyak varian yang ada," kata dia.

"Ini akan menjadi respons imun yang sangat poten terhadap SARS-CoV-2 (virus penyebab Covid-19)," tambahnya.

Riset Super immunity Covid-19

Dokter Spesialis Paru Konsultan, Dr dr Erlina Burhan MSc., Sp.P(K) dalam kesempatan yang sama memaparkan, beberapa studi yang bisa dijadikan acuan kalau super immunity itu bisa terbentuk dengan baik dalam tubuh kita.

Disampaikan Erlina, dalam studi pertama menunjukkan subjek dengan konvalesen (riwayat terinfeksi Covid-19) ditambah dengan vaksinasi Covid-19, maka akan memproduksi neutralizing antibody 1000 kali lipat lebih tinggi dibanding vaksinasi saja.

"Tetapi jangan berpikir terlalu kreatif, mengatakan, yuk kita lebih baik membiarkan diri terinfeksi (Covid-19 varian apa saja) alamiah (supaya dapat antibodi alami). Enggak juga," kata Erlina.

Contoh studi terbaru dilakukan terhadap 10 peserta yang mendapat Pfizer (BNT162b2) dengan 5 peserta yang belum pernah (seronegative) dan sudah pernah terinfeksi (seropositive).

Penelitian ini dilakukan oleh Andreano dkk, dan dimuat di majalah Nature 2021, untuk membandingan antibodi pasca vaksinasi pada individu yang pernah terinfeksi (seropositive) dengan yang belum pernah terinfeksi (seronegative).

Baca juga: Super Immunity Diduga Sudah Terbentuk, 86,6 Persen Populasi Indonesia Punya Antibodi

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.