Kompas.com - 25/01/2022, 13:01 WIB

KOMPAS.com - Varian baru Omicron terus menyebar luas di Indonesia, bahkan telah dilaporkan dua kasus kematian terkonfirmasi dari virus jenis ini.

Sejauh ini total kasus kumulatif Covid-19 Omicron sebanyak 1.626, sejak pertama kali dilaporkan pada 15 Desember 2021.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, bahwa varian baru Omicron mempunyai daya tular tinggi.

Meskipun mayoritas kasus terkonfirmasi positif Omicron di Indonesia bergejala ringan, hal ini tidak boleh diabaikan dikarenakan masih dapat menyebabkan orang sakit, rawat inap, bahkan kematian.

Apalagi, gejala ringan yang mirip dengan flu, membuat infeksi Omucron sulit dibedakan. Sehingga untuk memastikan penyakitnya, perlu dilakukan pemeriksaan RT-PCR.

Baca juga: Omicron Merebak, Bagaimana Okupansi Rumah Sakit di Indonesia?

Lantas, kapan seseorang harus memeriksakan diri?

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Brigjen TNI (Purn) Alexander Ginting mengatakan, seseorang yang mengalami gejala demam, sakit tenggorokan, dan panas dingin dapat melakukan tes Covid-19.

Terlebih, orang yang mengalami gejala tersebut mempunyai riwayat melakukan perjalanan atau menghadiri acara yang melibatkan orang lain.

Selain itu, seseorang yang melakukan kontak erat dengan orang lain di tempat-tempat umum dan mengalami gejala yang mengarah ke infeksi corona, dapat melakukan pemeriksaan diri.

“Seseorang yang bergejala seperti flu, sakit tenggorokan, demam, panas dingin, dan ada bepergian serta kontak erat dengan seseorang yang dikenal ataupun tidak dikenal (dapat melakukan pemeriksaan Covid-19),” kata Alex saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/1/2022).

Baca juga: Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Gejala Omicron

Melansir pemberitaan sebelumnya, Dokter Spesialis Paru Konsultas Dr dr Erlina Burhan MSc., Sp.P(K) memaparkan sejumlah gejala khas Omicron yang membedakannya dengan penyakit lain.

Secara klinis, gejala khas infeksi Omicron meliputi:

  • Hidung tersumbat atau rinore
  • Batuk
  • Nyeri tenggorok
  • Tenggorokan gatal

Adapun gejala lain yang cukup sering tapi tidak khas dialami oleh pasien Omicron antara lain mudah lelah, sakit kepala, dan nyeri otot.

Meskipun indikasi gejala menyerupai flu, tetapi kebanyakan flu tidak mengalami nyeri tenggorokan dan tenggorokan gatal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.