Kompas.com - 25/01/2022, 09:30 WIB

KOMPAS.com - Angin puting beliung adalah bencana yang meningkat intensitas kejadiannya pada masa peralihan musim. Bencana ini sulit diprediksi karena biasanya terjadi dalam skala lokal. Puting beliung bisa menyebabkan rusaknya rumah dan pohon tumbang.

Penyebab angin puting beliung

Penyebab bencana angin puting beliung adalah pembentukan awan kumulonimbus akibat suhu yang tinggi. Bencana ini paling banyak terjadi pada musim peralihan atau pancaroba di siang hari, ketika suhu terasa panas dan pengap.

Awalnya, terjadi arus udara yang naik ke atas dengan tekanan cukup kuat akibat perbedaan suhu dingin dan panas di dalam awan. Pada proses ini, hujan belum turun karena titik-titik air masih tertahan oleh udara yang bergerak naik ke atas.

Kemudian, fase tersebut akan sampai pada waktu ketika titik-titik air tidak lagi bisa tertahan oleh udara yang menuju ke atas. Hujan akan turun dan membawa arus udara turun. Peristiwa ini akan menimbulkan gaya gesek antara arus udara yang naik dan turun.

Gesekan tersebut akan semakin besar dan membuat suhu di sekitarnya menjadi sangat dingin. Semakin besar gesekan tersebut, maka akan terbentuk arus udara yang berputar semakin kencang membentuk siklon. Kecepatan angin yang dihasilnya biasanya di atas 63 kilometer per jam. Sesuai dengan proses terjadinya, angin puting beliung biasanya disertai hujan deras.

Jika massa udara yang naik tidak ada lagi, udara akan meluas ke seluruh awan dan angin puting beliung akan melemah kemudian berhenti. Angin puting beliung biasanya terjadi dalam durasi yang sangat singkat, yaitu sekitar 5 menit saja. Namun, dampak kerusakan yang dihasilkan bisa sangat parah.

Baca juga: Mitigasi Puting Beliung

Tanda akan muncul puting beliung

Anda perlu mengetahui tanda akan muncul angin puting beliung. Dengan begitu, Anda bisa lebih waspada dan bisa mengantisipasi terjadinya bencana ini. Berikut adalah tanda-tanda terjadinya puting beliung:

  • Udara panas dan gerah
  • Di langit tampak pertumbuhan awan kumulus (awan putih bergerombol berlapis-lapis)
  • Awan tiba-tiba berubah menjadi gelap
  • Ranting pepohonan bergoyang karena angin mulai cepat dan terasa dingin
  • Terdengar suara gemuruh

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.