Simak, Efek Samping Vaksin Booster Moderna, Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Zifivax

Kompas.com - 24/01/2022, 13:05 WIB
Ilustrasi vaksin booster untuk Covid-19. Shutterstock/Stefano GarauIlustrasi vaksin booster untuk Covid-19.

KOMPAS.com - Program vaksin dosis lanjutan atau vaksin booster terus berjalan, dengan diberikan gratis kepada seluruh masyarakat secara bertahap.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah resmi memberikan persetujuan terkait vaksin booster yang digunakan di Indonesia.

Terdapat lima jenis vaksin booster yang dipakai yaitu Sinovac, Pfizer, AstraZeneca (Vaxzevria dan Koconecavac), Moderna, dan Zifivax, dengan masing-masing vaksin diberikan berdasarkan vaksin sebelumnya.

Dalam pelaksanaannya, tidak dipungkiri akan muncul efek samping atau kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) setelah pemberian vaksin booster. Namun, para ahli menilai gejala KIPI yang muncul tergolong wajar, dan akan mereda dalam beberapa waktu.

Baca juga: Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Lantas, apa saja KIPI vaksin booster yang mungkin muncul?

1. Vaksin Sinovac

Vaksin CoronaVac atau vaksin Covid-19 Bio Farma merupakan vaksin homolog atau diberikan kepada penerima dengan vaksin primer atau dosis pertama dan kedua yang sama (Sinovac).

Disuntikkan sebanyak satu dosis booster, dengan waktu minimal setelah 6 bulan dari vaksin primer dosis lengkap.

Terkait dengan efek samping atau KIPI yang dapat timbul,Mmeliputi reaksi lokal atau nyeri di lokasi suntikan dengan tingkat keparahan grade satu atau dua.

2. Vaksin Pfizer

Vaksin Comirnaty dari Pfizer diberikan sebagai dosis lanjutan homolog dan heterolog.

Untuk penerima vaksin primer dosis lengkap Pfizer, diberikan sebanyak satu dosis setelah enam bulan.

Sementara untuk heterolog, vaksin Pfizer dapat diberikan untuk vaksin primer Sinovac dan AstraZeneca, dengan dosis setengah.

Adapun efek samping atau KIPI vaksin Pfizer yang kemungkinan dapat muncul meliputi:

  • Nyeri otot
  • Demam
  • Nyeri sendi

3. Vaksin AstraZeneca (Vaxzevria dan Koconecavac)

Vaksin AstraZeneca dapat diberikan sebagai booster homolog dan heterolog.

Penerima vaksin primer dosis lengkap AstraZeneca, diberikan sebanyak satu dosis booster setelah enam bulan.

Untuk vaksin primer Sinovac dan Pfizer, dapat diberikan setengah dosis booster vaksin AstraZeneca.

Sementara itu, efek samping vaksin booster AstraZeneca dapat berupa:

  • Nyeri di lokasi suntikan
  • Kemerahan
  • Gatal
  • Pembengkakan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Meriang
  • Mual

Baca juga: Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.