Kompas.com - 23/01/2022, 19:30 WIB

KOMPAS.com - Meningkatnya kasus infeksi varian B.1.1.529 atau Omicron semakin terlihat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Selain Omicron, varian Delta juga masih mendominasi di seluruh dunia.

Di tengah lonjakan kasus Covid-19 ini, akhirnya memunculkan pertanyaan kapan pandemi berakhir?

Serta, apakah dibutuhkan lebih banyak vaksin booster untuk memasuki tahap endemik, di mana tidak banyak kasus penularan virus dan lebih sedikit kasus rawat inap di rumah sakit.

"Menurut saya banyak dari kami yang bekerja di bidang penyakit menular menyadari bahwa setelah beberapa gelombang pertama, Covid-19 tidak akan hilang sepenuhnya, karena itu bukan hal yang (bisa) dilakukan virus seperti ini," ujar direktur medis asosiasi epidemiologi dan infeksi pencegahan di University of California, Dr Shruti Gohil.

Baca juga: Inggris Diprediksi Jadi Negara Pertama yang Berhasil Keluar dari Pandemi Covid-19

Dilansir dari Live Science, Jumat (21/1/2022) para ahli mengatakan, bahwa pandemi bisa saja berakhir.

Namun, untuk mencapai tahap endemik yang lebih cepat, kita mungkin memerlukan vaksin booster Covid-19 khusus yang menargetkan varian virus berbeda, serta mencegah virus menyebabkan wabah besar.

Menurut Gohil, vaksin tahunan maupun musiman tampaknya diperlukan untuk menekan jumlah kasus Covid-19.

Dia menambahkan, faktor yang menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk beralih dari pandemi ke fase endemik tergantung pada seberapa cepat laju vaksinasi di dunia.

Secara terpisah, Kepala Divisi Penyakit Menular Anak di Rumah Sakit Anak Stony Brook di New York, Dr Sharon Nachman, mengungkapkan bahwa vaksin booster kemungkinan besar akan diberikan setahun sekali.

Sebab, beberapa penelitian menunjukkan efektivitas dua dosis berkurang sekitar lima sampai enam bulan setelah dosis kedua diberikan. Artinya, imunitas terhadap infeksi virus turun lebih cepat,

Kendati demikian, vaksinasi lengkap disinyalir masih efektif mengurangi durasi rawat inap di rumah sakit.

"Tanpa booster tahunan, Covid-19 belum bisa diatur karena lonjakan kasus yang parah membebani tenaga kesehatan di rumah sakit. Tetapi jika Covid-19 menjadi endemik seperti flu, kita semua (yang terinfeksi) akan (terasa seperti) pilek dan hanya itu," jelas Nachman.

Di sisi lain, Gohil menambahkan para peneliti mungkin perlu untuk memperbarui formulasi vaksin Covid-19 yang sudah tersedia saat ini.

Pasalnya virus SARS-CoV-2 seperti varian Omicron diketahui dapat bermutasi menjadi varian yang lebih menular bahkan bisa menghindari kekebalan dari vaksin.

"Di masa depan, vaksin mRNA Covid-19 kemungkinan akan menargetkan berbagai virus dari Variant of Concern," imbuhnya.

Sejauh ini, produsen vaksin seperti Pfizer-BioNTech, Moderna, dan Sinovac tengah mengembangkan vaksin khusus Omicron.

Nachman berkata, seiring berjalannya waktu produsen harus mengembangkan dan memproduksi vaksin yang merangsang respons kekebalan terhadap banyak versi berbeda dari protein lonjakan SARS-CoV-2, yang digunakan virus untuk menempel dan menginfeksi sel.

"Saya pikir booster kita akan mengandung sequencing spike-protein dari seluruh dunia sehingga ketika virus itu berubah atau menulari, kita akan memiliki perlindungan lintas varian," terang Nachman.

Baca juga: Mengapa Vaksin Booster Covid-19 Dibutuhkan untuk Perlindungan? Peneliti Jelaskan

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.