Kompas.com - 21/01/2022, 17:21 WIB
Ilustrasi koinfeksi atau infeksi dua varian virus corona. Beberapa laporan ilmiah mengungkapkan sejumlah pasien terinfeksi dua varian virus corona. Ahli pun mengatakan bahwa infeksi varian Delta dan Omicron, kemungkinan bisa terjadi. SHUTTERSTOCK/LightspringIlustrasi koinfeksi atau infeksi dua varian virus corona. Beberapa laporan ilmiah mengungkapkan sejumlah pasien terinfeksi dua varian virus corona. Ahli pun mengatakan bahwa infeksi varian Delta dan Omicron, kemungkinan bisa terjadi.


KOMPAS.com - Di tengah dominasi varian Delta, varian Omicron terus menyebar dengan cepat ke banyak negara di dunia, termasuk di Indonesia. Namun, mungkinkah orang dapat terinfeksi kedua varian virus corona ini secara bersamaan?

Total kasus Omicron di Indonesia menurut laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI hinga Kamis (20/1/2022) mencapai 1.078 kasus.

Walaupun gejala Omicron cenderung lebih ringan dibandingkan varian Delta, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa varian ini lebih mudah menular.

Kini, varian Omicron menjadi strain Covid-19 yang mendominasi di Amerika, inggris, Australia, serta Meksiko.

Di tengah lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Delta dan Omicron di berbagai negara, akhirnya memunculkan pertanyaan apakah seseorang bisa terinfeksi dua varian virus corona secara bersamaan?

Berdasarkan makalah studi yang dipresentasikan di European Congress of Clinical Microbiology & Infectious Diseases beberapa waktu lalu, telah menemukan kasus koinfeksi atau infeksi gabungan dari dua varian virus corona.

Dilansir dari Health, Kamis (13/1/2022) para ahli mengatakan meskipun koinfeksi jarang terjadi, namun ada beberapa kasus infeksi dua varian virus corona yang telah dilaporkan.

Baca juga: Perbandingan Varian Omicron dengan Varian Delta, Ahli: Belum Tentu Lebih Berbahaya

 

Terkait kemungkinan infeksi varian Omicron dan Delta, dalam presentasinya, ahli membeberkan seorang pasien wanita berusia 90 tahun di Belgia terpapar Covid-19 varian Alpha dan Beta. Pasien tersebut sebelumnya dirawat di rumah sakit, kemudian meninggal.

Sementara itu, laporan ilmiah lain yang telah dipublikasikan dalam jurnal Virus Research pada April 2021 menemukan dua pasien berusia 30 tahun-an di Brasil yang terinfeksi varian P.2 dan Gamma pada November 2020 lalu.

Kedua pasien tersebut hanya mengalami gejala ringan seperti batuk kering, sakit tenggorokan maupun sakit kepala.

Kendati belum ada laporan resmi terkait koinfeksi varian Delta dan varian Omicron, ahli mengatakan kondisi itu bisa saja terjadi.

"Ini sangat mungkin (terjadi koinfeksi dari varian Delta dan Omicron) dilihat dari sudut pandang molekuler," kata pakar penyakit menular di University at Buffalo, dr Thomas Russo.

Pakar penyakit menular dari Johns Hopkins Center for Health Security, dr Amesh A Adalja pun mengungkapkan hal yang senada. Menurutnya, koinfeksi dengan dua jenis virus Covid-19, misal infeksi varian Delta dan Omicron, dapat terjadi.

Baca juga: Varian Omicron Lebih Cepat Menular Dibandingkan Varian Delta, Ini Kata WHO

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Health
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.