Kompas.com - 20/01/2022, 13:01 WIB

KOMPAS.com - Sebuah tim peneliti yang menjelajahi Laut Filipina untuk berburu bangkai kapal Perang Dunia II, menemukan cumi-cumi yang berenang di bagian laut terdalam.

Para peneliti mendeteksi cumi-cumi sirip besar pada Maret 2021, saat berburu lokasi bangkai kapal USS Johnston, kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat yang tenggelam tahun 1944 selama pertempuran Teluk Leyte.

Bukti video cumi-cumi berenang di kedalaman 6.200 meter di bawah permukaan laut menjadi yang terdalam sejauh ini.

Baca juga: Bagaimana Cumi-cumi Dapat Bergerak dengan Cepat di Dalam Air?

Melansir Science Alert, cumi-cumi sirip besar keluarga Magnapinnidae yang ditemukan tersebut mengalahkan temuan sebelumnya, yaitu cumi-cumi sirip besar yang berenang sekitar 4.700 meter di bawah Samudera Pasifik.

Para peneliti juga mencatat empat gurita cirrate, yang lebih dikenal sebagai gurita dumbo karena siripnya menyerupai telinga gajah, berada di kedalaman yang sama.

Menurut rekan penulis studi Michael Vecchione, kedua kalinya dumbo diamati begitu dalam, membuktikan pengamatan sebelumnya terhadap cephalopoda bersirip floppy di Palung Jawa bukanlah kebetulan.

“Penyelaman ini menunjukkan, beberapa jenis cephalopoda dapat hidup setidaknya di bagian atas parit laut yang sangat dalam ini,” ujar ahli zoologi dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Vecchione, yang merupakan Kurator Cephalopoda di Smithsonian Institution di Washington DC.

Sementara itu, penemuan ini memunculkan sejumlah pertanyaan seperti bagaimana cumi-cumi sirip besar bisa hidup di kedalaman mulai dari 1.000-6.000 meter, dengan tekanan atmosfer bisa mencapai 600 kali lebih besar daripada di kedalaman permukaan laut.

Baca juga: Cara Pertahanan Diri Cumi-cumi

Tim menggunakan faktor pembatas DSV submersible berawak, sejenis kapal selam yang sama digunakan penjelajah Victor Vescovo untuk turun ke dasar Palung Mariana pada Juni 2020.

Para peneliti memfilmkan penyelamannya ke dasar Palung Filipina, menjelajah lebih jauh dan melihat cumi-cumi sirip besar tepat di atas dasar laut.

Meskipun kapal selam tersebut melayang terlalu tinggi untuk menggambarkan cumi-cumi dengan detail yang tepat, para peneliti dapat membedakan ciri-ciri dari cumi-cumi seperti sirip punggung yang sangat besar dan postur renang yang berbeda.

Dikarenakan tentakel cumi-cumi relatif pendek, para peneliti berhipotesis bahwa cephalopoda yang tinggal di laut dalam tersebut tergolong masih muda.

Adapun peneliti telah mempublikasikan temuan mereka pada 2 Desember 2021 di jurnal Marine Biology.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.