Kompas.com - 19/01/2022, 10:01 WIB
Ilustrasi penyakit jantung koroner, nyeri dada gejala penyakit jantung koroner Shutterstock/Image Point FrIlustrasi penyakit jantung koroner, nyeri dada gejala penyakit jantung koroner


KOMPAS.com - Perubahan jam sirkadian secara alami, dalam sebuah studi baru dikaitkan dengan penyakit jantung. Studi ini dilakukan para peneliti di Baylor College of Medicine, dengan model hewan, tikus dan pada pasien manusia.

Dalam studi yang dilaporkan dalam jurnal Circulation, peneliti mengungkapkan Rev-erbα/β dalam kardiomiosit memediasi ritme metabolisme normal yang memungkinkan sel memilih lipid sebagai sumber energi selama waktu istirahat hewan, yakni waktu siang hari untuk tikus.

Gen yang berkaitan dengan kesehatan jantung itu, seperti dilansir dari Medical Xpress, Senin (17/1/2022), dengan menghapus gen Rev-erbα/β mengganggu ritme ini, akan mengurangi kemampuan kardiomiosit untuk menggunakan lipid pada waktu istirahat.

Hal ini kemudian menyebabkan kardiomiopati dilatasi progresif dan gagal jantung yang mematikan.

"Kami mempelajari bagaimana gen Rev-erbα/β mempengaruhi metabolisme jantung dengan merobohkannya secara khusus di kardiomiosit tikus," kata co-koresponden penulis Dr. Zheng Sun, profesor kedokteran, bagian endokrinologi, diabetes dan metabolisme dan biologi molekuler dan seluler di Baylor.

"Kekurangan gen mengakibatkan kerusakan jantung progresif yang menyebabkan gagal jantung," imbuhnya.

Dalam studi ini, peneliti menganalisis ekspresi gen dan protein serta panel metabolit dan lipid yang komprehensif, selama jam bangun dan tidur.

Baca juga: Inilah Waktu Tepat Tidur Malam untuk Turunkan Risiko Penyakit Jantung

 

Peneliti pun menemukan bahwa gen yang berkaitan dengan kesehatan jantung tersebut sangat diekspresikan hanya selama jam tidur, dan aktivitasnya dikaitkan dengan metabolisme lemak dan gula.

"Jantung merespons secara berbeda terhadap sumber energi yang berbeda, tergantung pada waktu dalam sehari," jelas penulis koresponden Dr. Lilei Zhang, asisten profesor genetika molekuler dan manusia serta fisiologi molekuler dan biofisika di Baylor.

Dr Zhang mengatakan pada fase istirahat yang bagi manusia adalah pada malam hari dan pada tikus pada siang hari, jantung menggunakan asam lemak yang dilepaskan dari lemak sebagai sumber energi utama.

Sedangkan pada saat fase aktif yaitu pada siang hari untuk manusia dan pada malam untuk tikus, jantung memiliki beberapa resistensi terhadap karbohidrat makanan.

"Kami menemukan bahwa tanpa Rev-erbα/β, jantung memiliki cacat metabolisme yang membatasi penggunaan asam lemak saat istirahat, dan ada penggunaan gula yang berlebihan dalam fase aktif," paparnya.

Sun dan timnya menduga bahwa ketika gen Rev-erbα/β KO, jantung tidak dapat membakar asam lemak secara efisien pada fase istirahat atau saat memasuki jam sirkadian, maka organ ini tidak memiliki cukup energi untuk berdetak.

Baca juga: 5 Penyakit Jantung yang Bisa Diidap Orang Muda, Termasuk Gagal Jantung

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.