Kompas.com - 19/01/2022, 09:03 WIB

KOMPAS.com - Delapan tahun terakhir adalah tahun terpanas sejak pencatatan modern dimulai pada tahun 1880.

Data suhu tahunan ini merupakan rekor suhu global yang mengungkap bahwa planet ini sedang memanas.

Menurut catatan suhu NASA, suhu Bumi pada tahun 2021 sekitar 1,1 derajat Celcius lebih hangat daripada rata-rata akhir abad ke-19 yang merupakan awal dari revolusi industri.

"Delapan dari 10 tahun terpanas di planet kita terjadi dalam dekade terakhir. Fakta tak terbantahkan yang menggarisbawahi perlunya tindakan berani untuk melindungi masa depan seluruh umat manusia," kata Administrator NASA Bill Nelson.

Baca juga: 5 Negara ini Terancam Tenggelam Akibat Pemanasan Global

Mengutip Science Daily, Selasa (18/1/2022) tren pemanasan di seluruh dunia ini disebabkan oleh aktvitas manusia yang telah meningkatkan emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya ke atmosfer.

Dan planet ini sudah melihat efek pemanasan global itu. Sebut saja es laut Arktik menurun, permukaan laut naik, kebakaran hutan menjadi lebih parah, dan pola migrasi hewan berubah.

Memahami bagaimana planet ini berubah dan seberapa cepat perubahan itu terjadi menjadi hal yang sangat penting.

Ini akan membuat kita lebih siap untuk beradaptasi dengan dunia yang lebih hangat.

Dalam studi ini NASA menggunakan pengukuran suhu dari stasiun cuaca, kapal, dan buoy laut. Pengukuran kemudian divalidasi dengan data satelit dari Atmospheric Infrared Sounder (AIRS) pada satelit Aqua NASA.

Selanjutnya, ilmuwan menganalisis pengukuran tersebut menggunakan algoritma komputer untuk menangani ketidakpastian dalam data dan kontrol kualitas untuk menghitung perbedaan suhu permukaan rata-rata global setiap tahun.

NASA kemudian juga membandingkan suhu rata-rata global dengan periode 1951-1980 sebagai dasar untuk melihat bagaimana suhu global berubah dari waktu ke waktu.

Baca juga: Apa Saja Penyebab Pemanasan Global?

Analisis terpisah dan independen juga dilakukan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Analisis mereka menyimpulkan, bahwa suhu permukaan global untuk tahun 2021 adalah yang tertinggi keenam sejak pencatatan dimulai pada tahun 1880.

Ilmuwan NOAA menggunakan banyak data suhu mentah yang sama dalam analisis mereka namun memiliki metodologi dan periode dasar yang berbeda (1901-2000 ).

Namun menurut Gavin Schmidt, direktur GISS, pusat pemodelan iklim dan penelitian perubahan iklim NASA, kompleksitas analisis itu tak jadi masalah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.