Kompas.com - 17/01/2022, 13:31 WIB


KOMPAS.com - Beberapa negara dilaporkan telah mencabut peringatan tsunami, pasca terjadinya letusan gunung berapi bawah laut di Tonga.

Badan Meteorologi Jepang sebelumnya telah mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir pada Minggu pagi, lantaran di prefektur timur laut Iwate terlihat adanya gelombang setinggi 2,7 meter.

Menurut kantor berita NHK, semua peringatan tsunami kini telah dicabut pada Minggu sore di Jepang.

"Peringatan terakhir yang berlaku untuk Prefektur Iwate diturunkan menjadi waspada pada pukul 11.20 waktu setempat," kata penyiar NHK dilansir dari CNN, Senin (17/1/2022).

Sementara itu, pejabat setempat mengatakan mungkin akan ada fluktuasi dari pasang surut air laut.

Jepang juga tidak menemukan adanya kerusakan yang ditimbulkan setelah meletusnya gunung berapi bawah laut.

Kendati demikian, pemerintah Jepang meminta masyarakat untuk tetap waspada dan menjauhi pantai.

Baca juga: 3 Fakta Tsunami Tonga akibat Letusan Gunung Berapi Bawah Laut

 

Menurut National Tsunami Warning Center, peringatan tsunami akibat letusan gunung Tonga, yang dicabut termasuk di negara bagian California, Oregon, Washington dan Alaska. Selain itu, Hawaii juga melakukan hal yang sama.

Berdasarkan keterangan Pacific Tsunami Warning Center, peringatan tsunami yang dikeluarkan di Samoa Amerika juga telah dibatalkan.

Gunung berapi bawah laut di Pasifik Selatan meletus pada Sabtu, (15/1/2022) dan memicu gelombang tsunami Tonga yang juga terjadi di berbagai wilayah termasuk Hawaii, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Jepang.

Meletusnya gunung berapi Hunga Tonga Hunga Ha'apai, yang berjarak sekitar 30 kilometer tenggara di pulau Fonuafo'ou Tonga menyebabkan segumpal abu, gas dan uap ke udara.

Di samping itu, gunung berapi bawah laut Tonga dilaporkan pertama kali meletus di hari Jumat (14/1/2022) dan kedua kalinya pada Sabtu sekitar pukul 17.26 waktu setempat.

Letusan gunung Tonga yang merupakan gunung berapi bawah laut itu, mengirim segumpal abu, gas dan uap 20 kilometer (12,4 mil) ke udara, menurut RNZ. Citra satelit menunjukkan awan abu besar dan gelombang kejut menyebar dari letusan.

Baca juga: Tsunami Tonga, Ahli Jelaskan Dampak Letusan Gunung Berapi Bawah Laut

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.