Kompas.com - 16/01/2022, 11:01 WIB
Tubuh gajah terbujur di tengah pembuangan sampah di Sri Lanka Credit: AP Photo/Achala PussallaTubuh gajah terbujur di tengah pembuangan sampah di Sri Lanka

KOMPAS.com - Dua ekor gajah ditemukan mati setelah makan sampah plastik yang berasal dari tempat pembuangan sampah terbuka di Sri Lanka timur.

Konservasionis dan dokter hewan pun memberikan peringatan atas kejadian tersebut. Sebab setidaknya sekitar 20 gajah juga mati selama delapan tahun terakhir dengan kasus serupa.

Mengutip Phys, Sabtu (15/1/2022) pemeriksaan gajah menunjukkan bahwa mamalia darat terbesar ini menelan sejumlah besar plastik yang tak dapat terurai yang ditemukan di tempat pembuangan sampah.

"Polythene, pembungkus makanan, plastik, non-digestible lainnya dan air adalah satu-satunya hal yang bisa kita lihat dalam post mortem. Makanan normal yang dimakan dan dicerna gajah tak jelas," ungkap dokter satwa liar Nihal Pushpakumara.

Baca juga: Benarkah Gajah Takut pada Tikus?

Gajah merupakan hewan yang dihormati di Sri Lanka, namun sekaligus terancam punah. Jumlah gajah di Sri Lanka diketahui telah berkurang dari sekitar 14.000 pada abad ke-19 menjadi 6000 pada tahun 2011.

Mereka semakin rentan karena hilangnya dan degradasi habitat alami mereka.

Banyak yang akhirnya menjelajah lebih dekat ke pemukiman manusia untuk mencari makan. Beberapa kemudian dibunuh oleh pemburu liar atau petani yang marah karena kerusakan tanaman mereka.

Gajah lapar pun mencari sampah di tempat pembuangan sampah, memakan plastik serta benda tajam yang merusak sistem pencernaan mereka.

"Gajah-gajah itu kemudian berhenti makan dan menjadi terlalu lemah untuk menopang tubuhnya yang berat. Ketika itu terjadi, mereka tak bisa mengonsumsi makanan atau air yang mempercepat kematian mereka," kata Pushpakumara.

Pada tahun 2017, pemerintah mengumumkan akan mendaur ulang sampah di tempat pembuangan dekat zona satwa liar untuk mencegah gajah mengonsumsi sampah plastik.

Pemerintah juga mengatakan pagar listrik akan didirikan di sekitar lokasi untuk menjauhkan hewan-hewan itu. Namun keduanya belum sepenuhnya dilaksanakan.

Setidaknya ada 54 tempat pembuangan sampah di zona satwa liar di Sri Lanka, dengan sekitar 300 gajah berkeliaran di dekat pembuangan itu.

Salah satunya adalah pengelolaan sampah di desa Pallakkadu yang didirikan tahun 2008 dengan bantuan dari Uni Eropa. Sayangnya, sampah yang dikumpulkan di sana kemudian tidak didaur ulang.

Baca juga: Gajah Jantan Dewasa Punya Peran Penting dalam Kawanan, Apa Itu?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber PHYSORG
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.