Kompas.com - 30/12/2021, 20:32 WIB


KOMPAS.com - Tim peneliti internasional menemukan kerangka seorang pemuda ternyata merupakan korban tsunami pada sekitar 3600 tahun lalu di pantai Turki.

Tsunami tersebut menurut peneliti terjadi karena letusan Gunung Thera, gunung berapi yang terletak di area yang saat ini menjadi Santorini.

Santorini sendiri terletak di Mediterania timur, di utara pulau Kreta dan di antara Yunani selatan dan Turki selatan.

Dalam studi yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences, tim peneliti tersebut menjelaskan bagaimana kerangka itu ditemukan dan diidentifikasi sebagai korban tsunami Thera.

Mengutip Phys, Kamis (30/12/2021) penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa letusan Gunung Thera adalah peristiwa yang besar.

Baca juga: Para Peneliti Temukan Sisa Korban Tsunami 6.000 Tahun Lalu

 

Begitu dahsyat letusan Gunung Thera hingga menyebabkan tsunami kuno pada ribuan tahun silam, sehingga dituding sebagai penyebab kemunduran peradaban Minoa di pulau Kreta, Turki saat itu.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa letusan terjadi sekitar tahun 1500-an hingga 1600-an SM.

Sementara sangat banyak bukti abu yang jatuh dari langit di daerah sekitar lokasi letusan Thara, hanya ada sedikit bukti tsunami kuno di Turki.

Hal tersebut karena tsunami cenderung menarik puing-puing dan mayat, korban tsunami, kembali ke laut daripada meninggalkan bukti terkubur di pantai.

Baca juga: 7 Tsunami Terbesar di Dunia

Ilustrasi tsunamiShutterstock Ilustrasi tsunami

Hal itulah yang membuat mengapa jenazah para korban tsunami Thera tak pernah ditemukan.

Namun peneliti akhirnya menemukan bukti korban tsunami dari dampak letusan dahsyat Gunung Thera tersebut.

Kerangka pemuda tersebut ditemukan di situs penggalian yang dikenal sebagai Cesme-Baglararasi.

Situs ini terletak di sepanjang garis pantai di Teluk Cesme di Turki barat.

Peneliti juga mengungkap bahwa daerah tersebut telah dilanda beberapa tsunami terkait dengan letusan Thera. Seperti misalnya dinding yang rusak, puing-puing, sedimen, dan abu.

Baca juga: Dampak Tsunami dan Cara Meminimalisasinya

 

Penanggalan radiokarbon dari barang-barang di sekitar sisa-sisa kerangka menunjukkan bahwa pemuda berasal dari 1612 SM.

Selain kerangka pemuda tersebut, para peneliti juga menemukan sisa-sisa seekor anjing.

Namun yang tak kalah menarik adalah peneliti juga menemukan lubang tak berbentuk.

Kemungkinan itu dibuat oleh orang-orang yang mencari korban tak lama setelah tsunami melanda Turki pada 3600 tahun yang lalu.

 

Baca juga: Peringatan Dini Tsunami Larantuka NTT Berakhir, BMKG: Waspada Bangunan Rusak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.