Peringatan Dini Tsunami Larantuka NTT Berakhir, BMKG: Waspada Bangunan Rusak

Kompas.com - 14/12/2021, 13:34 WIB

KOMPAS.com - Peringatan dini tsunami akibat gempa bumi tektonik M 7.5 yang mengguncang Laut Flores dan Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari ini (14/12/2021) telah diakhiri.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan, diakhirinya peringatan dini tsunami ini sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

"Ini karena sudah dua jam sejak peringatan dini dikeluarkan, dengan melihat situasi terbaru, maka peringatan dini tsunami akibat gempa bumi di Laut Flores, NTT kami akhiri," kata Dwikorita dalam konferensi pers BMKG, Selasa (14/12/2021).

Seperti diketahui, gempa bumi tektonik dengan magnitudo M 7.5 mengguncang wilayah Laut Flores pada pukul 10.20 WIB atau 11.20 Wita. Oleh karena itu, pada pukul 12.20 WIB atau 13.20 Wita, peringatan dini tsunami ini resmi diakhiri.

Baca juga: Gempa M 7,5 NTT Berpotensi Tsunami, 19 Wilayah Harus Siaga

"Ini artinya masyarakat boleh kembali ke aktivitas dan tempatnya masing-masing, tapi tetap harus waspada potensi gempa susulan," kata dia.

Lebih lanjut, dijelaskan Dwikorita, meskipun peringatan dini tsunami telah diakhiri dan aktivitas gempa bumi susulan juga sudah mulai terus rendah magnitudonya, masyarakat tetap harus mengantisipasi rumah atau bangunan yang rusak saat ingin kembali.

"Pastikan untuk memeriksa lebih dulu bangunan tempat tinggal atau tempat Anda akan kembali, apakah cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam,"  ujarnya.

Sebab, umumnya getaran atau guncangan gempa bumi saja tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, rusaknya atau robohnya bangunan yang terjadi akibat gempa bumi bisa menyebabkan kematian.

Baca juga: BMKG: Tsunami di Marapokot akibat Gempa Bumi M 7,4 Guncang NTT

Sementara itu, masyarakat di wilayah utara pantai di Flores Timur bagian Utara, Pulau Sikka bagian utara dan Pulau Lembata direkomendasikan untuk tidak melakukan aktivitas di pesisir pantai dan tepian sungai.

"Masyarakat tidak perlu panik, tetapi terus update perkembangan terbaru, dan waspadai jika ada getaran susulan ataupun gelombang tinggi," tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.