Kompas.com - 13/12/2021, 13:05 WIB

KOMPAS.com - Para peneliti percaya bahwa vaksin dosis ketiga atau vaksin booster lebih efektif dalam mencegah paparan Covid-19.

Hal ini dibuktikan melalui data yang berasal dari Israel, di mana seluruh penduduk yang telah disuntik vaksin dosis 1 dan dosis 2 mengalami penurunan antibodi setelah tiga bulan.

Artinya, setiap orang yang telah divaksin, berisiko terinfeksi virus corona dalam jangka waktu enam bulan setelah penyuntikan dosis kedua.

Sebenarnya, kenapa vaksin booster secara signifikan dapat meningkatkan imunitas dibandingkan hanya dengan vaksin dosis pertama dan kedua?

Baca juga: Vaksin Booster Covid-19 Rencananya Dimulai 1 Januari 2022

Dilansir dari The Guardian, Minggu (12/12/2021) vaksin booster kerap direkomendasikan ahli untuk mempertahankan tingkat perlindungan terhadap infeksi virus corona, meski vaksinasi lengkap dinilai masih bisa mencegah keparahan penyakit dengan baik.

Sementara itu, vaksin berfungsi untuk membuat antibodi penawar yang dapat menghalangi virus corona sebelum menginfeksi sel dalam tubuh. Akan tetapi, beberapa penelitian menyebutkan antibodi dapat berkurang seiring berjalannya waktu.

Kendati vaksinasi lengkap dapat mencegah keparahan penyakit Covid-19, penurunan kekebalan ini menimbulkan masalah kesehatan baru pada masyarakat.

Misalnya, pada orang-orang yang belum bisa divaksinasi atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, mereka akanlebih rentan terpapar infeksi dan penyakit yang fatal.

Di samping itu, munculnya varian virus baru B.1.1.529 atau varian Omicron membuat vaksin dosis ketiga semakin dibutuhkan. Peneliti menyebutkan, bahwa antibodi dari infeksi sebelumnya dan vaksinasi kurang efisien dalam mencegah infeksi varian Omicron.

Cepatnya mutasi pada varian Omicron disebut sangat berbeda dari strain asli virus corona yang berasal dari Wuhan, China. Sementara, jenis vaksin yang tersedia saat ini hanya dapat melindungi tubuh dari varian sebelumnya.

Vaksin dosis ketiga diklaim ampuh mencegah virus corona

Sebuah studi menunjukkan, bahwa vaksin booster dapat meningkatkan kadar antibodi secara signifikan, daripada antibodi yang terlihat setelah dua dosis vaksin.

Temuan ini mengartikan, bahwa kekebalan tubuh masih bisa bertahan bahkan enam bulan pasca vaksinasi.

Di sisi lain, studi awal telah menemukan kualitas antibodi meningkat setelah seseorang disuntik vaksin booster.

Sistem kekebalan terus menyempurnakan antibodi yang dipilih dan diperkuat berdasarkan pertemuan dengan virus atau vaksin. Selain itu, penelitian ini menunjukkan adanya respons kekebalan yang lebih baik dan lebih kuat setelah dosis ketiga.

Baca juga: Apa Efek Booster Vaksin pada Sistem Kekebalan?

Ilustrasi varian virus corona yang masuk kategori variant of concern (VoC) WHO. Dengan masuknya varian Omicron, artinya ada 5 varian yang masuk VoC.SHUTTERSTOCK/Dana.S Ilustrasi varian virus corona yang masuk kategori variant of concern (VoC) WHO. Dengan masuknya varian Omicron, artinya ada 5 varian yang masuk VoC.

Para peneliti beranggapan, bahwa vaksin dapat mencegah keparahan penyakit daripada melawan infeksi dikarenakan sistem kekebalan memiliki garis pertahanan kedua dalam sel T yang menyerang sel yang sudah terinfeksi.

Jika antibodi tidak cukup efektif dalam mencegah infeksi virus varian Omicron, maka sel T dapat masuk untuk mengendalikan penyakit sebelum membuat penyakit menjadi parah.

Sejauh ini, para peneliti tengah mengerjakan vaksin tambahan yang diharapkan akan tersedia pada bulan Maret mendatang.

Mereka juga mengupayakan vaksin generasi selanjutnya, tidak hanya cocok dengan strain yang sudah beredar tetapi dapat memberikan perlindungan kekebalan yang jauh lebih baik, sehingga efektif untuk melawan mutasi.

Salah satunya adalah vaksin yang dirancang khusus untuk memicu respons sel T terhadap mesin replikasi virus yang bertentangan dengan protein lonjakan. Menurut para ahli, rancangan vaksin tersebut dapat menghasilkan kekebalan terhadap virus selama bertahun-tahun.

Baca juga: Menkes Sebut Vaksin Booster Diperkirakan Awal Tahun 2022, Siapa Saja yang Diprioritaskan?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.