Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
RS Pondok Indah Group

RS Pondok Indah Group adalah grup rumah sakit swasta yang mengelola tiga rumah sakit, yakni RS Pondok Indah - Pondok Indah, RS Pondok Indah - Puri Indah, dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya. Ketiga rumah sakit ini didukung para dokter ahli dari berbagai disiplin ilmu serta mengadopsi teknologi medis terkini untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan terdepan.

Punggung Terasa Nyeri dan Kaku, Apakah Radang Sendi?

Kompas.com - 11/12/2021, 16:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
Halo Prof

Konsultasi kesehatan tanpa antre dokter

Temukan jawaban pertanyaanmu di Kompas.com

KOMPAS.com - Seorang pembaca Kompas.com berinisial SM, 35 tahun dari Banyuwangi bertanya mengenai dugaan radang sendi yang dialami ayahnya ke subrubrik Halo Prof!. Berikut pertanyaannya:

"Selamat malam Prof, ayah saya sekarang sedang sakit. Punggungnya nyeri dan kaku, juga bagian kaki sebelah kiri tidak dapat diluruskan dan terasa kaku. Perutnya seperti kram dan sakit. Awalnya ketika diperiksa, dokter mengatakan ada gejala penyakit jantung, tekanan darahnya 190 (ayah saya perokok). Punggungnya juga sakit pada awal pemeriksaan tetapi masih dapat duduk."

"Sekarang ayah saya sama sekali tidak kuat duduk apalagi berdiri. Ayah saya sudah periksakan kondisinya ke dua dokter di rumah sakit terdekat, tetapi belum membaik. Ayah saya pernah minum obat meloxicom, tetapi hanya sehari rasa sakitnya mereda. Selanjutnya rasa nyerinya masih hilang dan timbul. Apakah beliau menderita radang sendi, Prof? Terima kasih."

Pertanyaan ini dijawab oleh dr. Widyastuti Srie Utami. Sp.OT (K) Spine, Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Tulang Belakang dari RS Pondok Indah – Pondok Indah. Berikut paparannya:

Baca juga: Studi: Obat Radang Sendi Ini Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

dr. Widyastuti Srie Utami. Sp.OT (K) Spine
Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Tulang Belakang
RS Pondok Indah ? Pondok IndahRS Pondok Indah dr. Widyastuti Srie Utami. Sp.OT (K) Spine Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Tulang Belakang RS Pondok Indah ? Pondok Indah

Halo Bapak SM! Terima kasih atas pertanyaanya, ya.

Membaca keluhan yang dialami oleh ayah Bapak saat ini, ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis dan selanjutnya menentukan tatalaksana pengobatan.

Pemeriksaan yang pertama adalah pemeriksaan fisik secara langsung, untuk diperiksakan apakah punggung ayah Bapak benar terasa nyeri dan tepatnya di mana nyeri terasa, apakah punggung masih dapat digerakkan, mengecek kekuatan tangan dan kaki, dan pemeriksaan saraf lengkap, mengingat tulang belakang adalah rumah bagi saraf keempat ekstremitas.

Kemudian yang selanjutnya dilakukan adalah pemeriksaan X-Ray tulang belakang dan MRI tulang belakang jika diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik. Hal ini perlu dilakukan untuk dokter dapat dengan jelas melihat struktur tulang, jaringan lunak, beserta saraf yang berada di tulang belakang.

Pemeriksaan laboratorium yang terdiri dari marker infeksi dan radang juga diperlukan untuk melengkapi pemeriksaan.

Setelah semua hasil pemeriksaan tersebut lengkap, barulah diagnosis dapat ditegakkan dengan pasti, karena keluhan nyeri punggung disertai dengan kelemahan mempunyai banyak sebab yang harus dipastikan, agar tatalaksana selanjutnya juga akan sesuai dengan penyakit yang dialami.

Baca juga: Radang Sendi, Penyebab Utama Nyeri Lutut pada Lansia

Radang sendi, seperti yang Bapak tanyakan, merupakan suatu penyakit di dalam sendi di mana sendi mengalami reaksi akibat adanya infeksi, penyakit autoimun, ataupun kadar zat kimia (seperti asam urat) yang berlebihan di dalam darah.

Adanya infeksi akan menyebabkan terjadinya serbuan sel imun pelindung tubuh menuju ke sendi untuk memberantas infeksi, dan proses tersebut akan melepaskan zat-zat yang menyebabkan sendi bereaksi seperti nyeri, kemerahan, bengkak, dan bahkan kerusakan pada struktur-struktur sendi.

Pada penyakit autoimun, terjadi suatu kelainan di mana sel imun pelindung tubuh melihat bagian tubuh lain (dalam hal ini struktur dalam sendi) sebagai musuh, sehingga sel imun akan mengeluarkan zat-zat untuk menghancurkan “musuh” tersebut, yang berakhir pula dengan kerusakan sendi. Begitu pula pada kondisi seperti asam urat, asam urat yang mengendap di dalam sendi merupakan benda asing, yang akan mengundang sel-sel imun untuk datang.

Untuk membedakan penyebab dari radang sendi, pemeriksaan fisik dan penunjang seperti disebutkan sebelumnya diperlukan.

Ada banyak kemungkinan yang dapat terjadi untuk keluhan yang ayah Bapak alami, misalnya hal ini dapat disebabkan oleh radang sendi dan dapat juga disebabkan oleh kondisi penuaan serta pengapuran pada struktur-struktur di tulang belakang. Pada akhirnya hal ini menyebabkan kondisi seperti yang Bapak sebutkan sebelumnya.

Baca juga: Setelah Menopause, Wanita Lebih Berisiko Alami Radang Sendi

Penuaan dan pengapuran pada tulang belakang dapat bermanifestasi sebagai banyak jenis penyakit, seperti pergeseran tulang belakang, penipisan pada bantalan tulang belakang, bantalan tulang belakang yang menonjol. Semuanya ini dapat menyebabkan penekanan pada saraf dan menyebabkan gejala, terutama nyeri.

Sebaiknya periksakan kondisi ayah Bapak kepada dokter spesialis bedah ortopedi atau dokter spesialis bedah ortopedi konsultan tulang belakang secara detail, mulai dari pemeriksaan fisik sampai pemeriksaan penunjang. Seteah itu, barulah dokter dapat dengan tepat menegakkan diagnosis dan tatalaksana selanjutnya.

Semoga jawabannya membantu dan Bapak serta ayah Bapak sehat selalu ya.

dr. Widyastuti Srie Utami. Sp.OT (K) Spine
Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Tulang Belakang
RS Pondok Indah – Pondok Indah

Punya pertanyaan terkait kesehatan yang membuat Anda penasaran? Ajukan pertanyaan Anda dengan mengisi formulir di laman ini. Pertanyaan yang terpilih akan dijawab oleh dokter atau ahli terkait.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com