Tak Cuma Oksigen, Elemen Ini Penting untuk Evolusi Kehidupan Kompleks di Bumi

Kompas.com - 08/12/2021, 19:01 WIB
ilustrasi oksigen di Bumi adalah unsur penting dalam pembentukan evolusi Bumi yang kompleks. Namun, masih ada elemen penting lainnya, yakni besi. SHUTTERSTOCK/Johan Swanepoelilustrasi oksigen di Bumi adalah unsur penting dalam pembentukan evolusi Bumi yang kompleks. Namun, masih ada elemen penting lainnya, yakni besi.


KOMPAS.com - Oksigen menjadi bagian mendasar dari kehidupan di Bumi. Lonjakan elemen oksigen di atmosfer kira-kira 2,5 miliar tahun yang lalu membuat kehidupan multiseluler di planet kita mulai berkembang.

Namun, menurut ilmuwan oksigen bukan satu-satunya elemen dasar bagi kehidupan di Bumi. Ada elemen lain yang juga penting bagi ledakan evolusioner di planet, yaitu besi.

Hal tersebut diungkapkan oleh ilmuwan dari Oxford University Jon Wade yang menyebut fluktuasi logam tersebut membantu mendorong evolusi kehidupan kompleks di Bumi.

Besi merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan hampir semua kehidupan untuk tumbuh dan berkembang.

Besi memungkinkan sel untuk merasakan oksigen, menghasilkan energi, mereplikasi DNA, dan memperlihatkan gen.

Mengutip Science Alert, Selasa (7/12/2021) pada hari-hari awal Bumi, ada banyak besi geologis yang beredar terutama di mantel dan kerak. Besi juga berlimpah di lingkungan laut.

Namun setelah Peristiwa Oksidasi Hebat (GOE) kondisi mulai berubah. Besi dengan cepat teroksidasi dan membuat lebih sulit untuk dimanfaatkan makhluk hidup. Hal ini menyebabkan keberadaan besi mulai langka dan persaingan untuk mendapatkan besi meningkat.

Baca juga: Nikmati Selagi Bisa, Tingkat Oksigen di Bumi Turun Drastis 1 Miliar Tahun Lagi

Oleh karena itu, mahluk hidup harus mencari cara untuk mendaur ulang besi dari sel-sel mati atau mengambil besi dari sel hidup untuk bertahan.

Persaingan memperebutkan besi ini kemudian menyebabkan adaptasi ekstrem yang diyakini beberapa ilmuwan pertama kali memicu evolusi kehidupan multiseluler.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kehidupan dimulai dari kelimpahan besi. Tapi saat besi langka, bentuk kehidupan itu mulai berkembang dalam kompleksitas.

Mengingat bahwa peningkatan oksigen di atmosfer dapat meningkatkan kurangnya zat besi dalam rantai makanan, peneliti pun menyebut perlu mengetahui lebih banyak lagi bagaimana kehidupan mengatasi bila ada keterbatasan elemen penting tersebut.

Temuan ini juga menunjukkan cara yang bisa dilakukan untuk mengukur potensi kehidupan di planet lain. Jika planet cukup kaya akan besi, itu bisa menunjukkan kemungkinan adanya beberapa bentuk kehidupan yang paling sederhana.

Penelitian tentang elemen penting dalam pembentukan kehidupan di Bumi selain oksigen ini, telah ini dipublikasikan di jurnal PNAS.

Baca juga: Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.