Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ekstrem dan Air Pasang Maksimum di Pesisir

Kompas.com - 08/12/2021, 15:01 WIB
Gelombang pasang terjadi di wilayah pesisir pantai Manado, Sulawesi Utara, tepatnya di kawasan Mantos, Minggu (17/1/2020) pukul 17.33 WITA. Ombak juga lontarkan kerikil. Akibatnya badan jalan mulai tergenang dan dipenuhi krikil-krikil. KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYGelombang pasang terjadi di wilayah pesisir pantai Manado, Sulawesi Utara, tepatnya di kawasan Mantos, Minggu (17/1/2020) pukul 17.33 WITA. Ombak juga lontarkan kerikil. Akibatnya badan jalan mulai tergenang dan dipenuhi krikil-krikil.


KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terhadap potensi gelombang tinggi ekstrem. Gelombang tinggi ekstrem dan air pasang maksimum masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia hingga besok, Kamis (9/12/2021).

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo mengatakan, peringatan dini BMKG terkait gelombang tinggi ekstrem dan pasang maksimum di kawasan pesisir Indonesia ini dikeluarkan berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini.

Dalam keterangan tertulisnya, sejak tanggal 6 desember 2021 lalu, ada pola sirkulasi siklonik dan seruakan dingin aktif di Laut Cina Selatan.

Kondisi ini memberikan dampak yang signifikan pada peningkatan tinggi gelombang laut di wilayah Perairan Natuna.

Selain itu, kondisi kecepatan angin signifikan berkisar 25-30 knot terpantau di Samudera Pasifik timur Filipina,yang juga memberikan dampak terhadap peningkatan gelombang di wilayah utara Indonesia bagian timur.

"Hal ini juga bersamaan dengan fase bulan baru (pasang maksimum) dan kondisi Periggee (jarak terdekat bulan ke bumi) yang berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang lebih sinifikan dan potensi banjir pesisir," jelas Eko.

Baca juga: Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Aceh hingga Laut Flores

 

Dengan adanya kondisi-kondisi tersebut, peringatan dini BMKG akan potensi gelombang tinggi hingga banjir ini dapat ditingkatkan kewaspadaannya oleh beberapa wilayah berikut, serta selalu mengupayakan mitigasi bencana karena akan terdampak dari cuaca yang buruk ini.

  1. Kepulauan Natuna
  2. Sulawesi Utara
  3. Gorontalo
  4. Ternate
  5. Halmahera
  6. Papua Barat (bagian utara)
  7. Papua (bagian utara)

Sebab, kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambah garam dan perikanan darat.

Mitigasi risiko dampak buruk gelombang tinggi

Oleh karena itu, BMKG mengingatkan agar masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan mitigasi segera.

Upayakan untuk memisahkan dokumen-dokumen penting dan beberapa barang pertolongan pertama di dalam satu ransel terpisah yang siap di bawa ke mana saja.

Terkait peringatan dini BMKG terhadap potensi dampak gelombang tinggi ini, kata Eko, diharapkan agar masyarakat yang tinggal di kawasan sering terdampak banjir rob, harusnya sudah lebih cerdas lagi dalam menyiapkan diri dan mengantisipasi potensi kejadian-kejadian serupa ini di periode-periode ke depan.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.