Kompas.com - 08/12/2021, 11:03 WIB
Berat badan yang terus bertambah adalah bagian dari proses penuaan. Nah, ketika mencari tips menurunkan berat badan di usia 60 tahunz penting untuk untuk tidak terjebak dalam pola pikir yang menormalisasi kenaikan berat badan tersebut. PEXELSBerat badan yang terus bertambah adalah bagian dari proses penuaan. Nah, ketika mencari tips menurunkan berat badan di usia 60 tahunz penting untuk untuk tidak terjebak dalam pola pikir yang menormalisasi kenaikan berat badan tersebut.

KOMPAS.com - Sebuah penelitian di Amerika Serikat baru-baru ini mengungkapkan, obat viagra diklaim bisa menjadi pengobatan untuk melawan penyakit Alzheimer. Studi tersebut telah dipublikasikan di jurnal Nature Aging.

Untuk diketahui, viagra merupakan produk obat yang memiliki bahan aktif sildenafil sitrat.

Biasanya, viagra digunakan sebagai obat untuk mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi pada pria.

Sementara itu, penyakit Alzheimer sebagai bentuk paling umum dari demensia yang erat kaitannya dengan pertambahan usia. Penyakit ini dilaporkan telah diidap ratusan juta orang di seluruh dunia.

Baca juga: Studi Baru: Rutin Minum Kopi dan Teh Turunkan Risiko Stroke dan Demensia

Kendati jumlah kasusnya terus meningkat, saat ini masih belum ada pengobatan yang dinilai efektif untuk mengatasi Alzheimer.

Para peneliti di Klinik Cleveland menggunakan jaringan pemetaan gen yang besar, kemudian mengintegrasikan data genetik dan data lain untuk menentukan obat mana di antara lebih dari 1.600 obat yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan di AS (FDA) yang dapat menjadi pengobatan penyakit Alzheimer.

Saat mengamati keseluruhan obat yang didapatkan, mereka memberikan skor yang lebih tinggi untuk obat yang mengindikasikan amyloid dan tau, yaitu dua struktur protein yang menjadi ciri khas penyakit Alzheimer, dibandingkan dengan obat yang lain.

Sildenafil, yang telah terbukti secara signifikan meningkatkan kognisi dan memori dalam model pra-klinis, diketahui sebagai kandidat obat terbaik,” ujar pemimpin studi, Dr Feixiong Cheng dilansir dari The Guardian, Senin (6/12/2021).

Selanjutnya, tim peneliti menggunakan database terhadap lebih dari 7 juta orang di AS untuk memeriksa hubungan antara sildenafil dengan penyakit Alzheimer.

Mereka membandingkan orang yang menggunakan sildenafil dengan non-pengguna.

Hasilnya ditemukan bahwa orang yang mengonsumsi sildenafil 69 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit Alzheimer dibandingkan orang yang tidak mengonsumsinya.

Untuk menguji lebih dalam tentang efek potensial obat viagra pada penyakit Alzheimer, para peneliti mengembangkan model penelitian yang menunjukkan, bahwa sildenafil meningkatkan pertumbuhan sel otak dan protein tau yang telah ditargetkan sebelumnya.

Keduanya berpotensi memengaruhi penyakit yang terkait dengan fungsi otak.

Akan tetapi, Cheng memperingatkan bahwa penelitian ini tidak menunjukkan hubungan sebab akibat antara sildenafil dan penyakit Alzhemer.

Sebab, dia menyebut masih diperlukan uji klinis acak yang melibatkan dua gender, yaitu pria dan wanita dengan kontrol plasebo untuk menentukan kemanjuran dari sildenafil.

Baca juga: Viagra Berpotensi Selamatkan Banyak Nyawa dari Kanker Kolorektal

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.