Kompas.com - 07/12/2021, 07:25 WIB
Ilmuwan di balik vaksin Oxford-AstraZeneca, Prof Dame Sarah Gilbert. Dia mengatakan, pandemi selanjutnya bakal lebih parah dari Covid-19. PA MEDIA VIA BBCIlmuwan di balik vaksin Oxford-AstraZeneca, Prof Dame Sarah Gilbert. Dia mengatakan, pandemi selanjutnya bakal lebih parah dari Covid-19.

KOMPAS.com - Di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai, ilmuwan yang mengembangkan vaksin AstraZeneca dari Universitas Oxford, Inggris, menyebutkan bahwa pandemi selanjutnya akan lebih mematikan.

Dilansir dari The Guardian, Senin (6/12/2021), salah satu penemu vaksin AstraZeneca Dame Sarah Gilbert memperingatkan, tampaknya pandemi Covid-19 akan berlangsung lebih lama, bahkan pandemi berikutnya diprediksi bisa lebih buruk.

Sementara itu, berdasarkan laporan Worldometer hingga Senin (6/12/2021) sore, virus corona telah menyebabkan lebih dari 5,2 juta kematian pasien dan menginfeksi lebih dari 266 juta orang di seluruh dunia.

Ketakutan dan kekhawatiran di masyarakat pun meningkat seiring munculnya varian virus baru, dan ancaman virus yang dikenal dengan varian Omicron tersebut.

Baca juga: WHO: Varian Omicron di 40 Negara, Tak Ada Kematian yang Dilaporkan

Varian Omicron dinilai para ilmuwan sangat cepat bermutasi, sehingga penyebarannya pun terus meluas.

Sementara itu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pada Minggu malam lalu melaporkan sebanyak 86 kasus varian Omicron baru, sehingga dari keseluruhan yang telah diidentifikasi, jumlahnya menjadi 246 orang.

Gilbert memaparkan bahwa terlepas dari dampak pandemi Covid yang dimulai sejak dua tahun lalu, penyakit yang muncul selanjutnya mungkin lebih menular dan diklaim lebih mengancam.

"Ini bukan kali terakhir virus mengancam hidup dan mata pencarian kita. (Pandemi) yang berikutnya bisa lebih buruk. Bisa lebih menular, atau lebih mematikan, atau keduanya,” ujarnya.

Ahli vaksinologi di Universitas Oxford tersebut menegaskan, perkembangan ilmu pengetahuan yang didapat selama meneliti virus corona tidak boleh hilang dan harus terus didalami.

“Sama seperti kita berinvestasi dalam angkatan bersenjata, intelijen, dan diplomasi untuk bertahan melawan perang, kita harus berinvestasi pada manusia, penelitian, manufaktur, dan institusi untuk bertahan melawan pandemi,” lanjutnya.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.