Kompas.com - 06/12/2021, 17:30 WIB
Ilustrasi gunung berapi meletus, gunung berapi super di Bumi. SHUTTERSTOCK/ROMOLO TAVANIIlustrasi gunung berapi meletus, gunung berapi super di Bumi.
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Awan panas atau aliran piroklastik, dalam letusan gunung berapi, merupakan campuran terfluidasi dari fragmen batuan panas, gas panas, dan udara yang terperangkap dan bergerak dengan kecepatan tinggi.

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, suhu gas vulkanik dapat mencapai 600 hingga 700 derajat celcius. Kecepatan alirannya sering melebihi 100 km per jam.

Dengan demikian, awan panas bisa sangat berbahaya, seperti yang terjadi di Pulau Karibia Prancis, Martinique, pada tahun 1902.

Saat itu, “awan bercahaya” menyapu lereng Gunung Pelee dan membakar kota pelabuhan kecil, Saint-Pierre, menewaskan semuanya kecuali dua dari 29.000 penduduknya.

Awan panas berasal dari letusan gunung berapi yang eksplosif ketika ekspansi hebat pecahan gas yang keluar dari magma menjadi partikel kecil dan menciptakan fragmen piroklastik.

Baca juga: BMKG: Malam Ini dan Besok, Gunung Semeru Masih Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat

Dilansir dari National Geographic, awan panas terbentuk dalam berbagai cara. Penyebab umumnya adalah ketika kolom lava, abu, dan gas yang dikeluarkan dari gunung berapi selama erupsi kehilangan momentum ke atas dan jatuh kembali ke tanah.

Penyebab lainnya adalah ketika material vulkanik yang dikeluarkan saat letusan segera mulai bergerak menuruni sisi gunung berapi.

Awan panas juga dapat terbentuk ketika kubah lava atau aliran lava menjadi terlalu curam dan runtuh.

Awan panas dapat mengakibatkan banjir karena aliran terhalang atau dialihkan oleh aliran. Banjir juga dapat terjadi ketika aliran material panas mencairkan salju dan es, memenuhi sungai, dan aliran sungai di luar tepiannya.

Semburan lumpur yang mengandung material vulkanik, yang disebut lahar, juga dapat terbentuk ketika batuan awan panas menjadi “bubur” yang bergerak cepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.