Kompas.com - 04/12/2021, 20:01 WIB
Spesies dolichosaur (Tetrapodophis amplectus) yang diyakini sebagai ular berkaki empat. Peneliti ungkap fakta baru fosil ular berkaki empat. Julius Csotonyi via Live ScienceSpesies dolichosaur (Tetrapodophis amplectus) yang diyakini sebagai ular berkaki empat. Peneliti ungkap fakta baru fosil ular berkaki empat.


KOMPAS.com - Sebuah fosil zaman prasejarah yang disebut sebagai ular berkaki empat sempat menghebohkan dunia di tahun 2015 lalu. Baru-baru ini, peneliti mengungkapkan fakta baru ular berkaki empat tersebut.

Penemuan fosil ular berkaki empat sempat membuat dunia heboh, sebab, spesies tersebut dinilai sebagai ular berkaki empat pertama yang tercatat di dunia sains.

Namun, penelitian terbaru mengungkapkan faktabaru bahwa sebenarnya fosil sepanjang 19,5 cm itu mungkin hewan yang berbeda dari perkiraan sebelumnya.

Para peneliti menyebut, kemungkinan fosil binatang seukuran pensil itu adalah dolichosaur, yakni kadal laut yang sudah punah.

Dilansir dari Live Science, Sabtu (27/11/2021) hewan itu diyakini hidup selama Periode Kapur atau sekitar 66 juta hingga 145 juta tahun yang lalu.

Sementara, peneliti utama studi Michael Caldwell, seorang profesor di Universitas Alberta, Kanada menjelaskan setelah mempelajari sisa-sisa makhluk yang dikenal sebagai Tetrapodophis amplectus.

Baca juga: Berusia 47 Juta Tahun, Ini Fosil Ular Piton Tertua di Dunia

 

Genus Tetrapodophis amplectus diambil dari bahasa Yunani, yang berarti ular berkaki empat. Fakta baru lain yang mereka temukan yakni, bahwa spesimen tersebut tidak memiliki ciri anatomi khas ular. 

Menariknya, studi ini juga mengungkapkan fakta bahwa fosil Tetrapodophis mungkin telah dijual secara ilegal di Brasil.

Di sisi lain, para ilmuwan telah lama mengungkapkan, bahwa nenek moyang ular memiliki empat kaki.

Hal tersebut dilaporkan dalam dua studi tahun 2016 di jurnal Cell yang meneliti genetika ular, di mana ular kehilangan anggota badan mereka sekitar 150 juta tahun yang lalu karena mutasi genetik.

Sementara pada penelitian lainnya, menemukan bukti fosil ular berkaki dua. Kendati demikian, spesies Tetrapodophis, yang penemuannya dipublikasikan di jurnal Science tahun 2015, menjadi satu-satunya fosil ular berkaki empat yang tercatat.

Selain fakta baru fosil ular berkaki empat yang diungkapkan, berdasarkan studi tahun 2015, ketika masih hidup pada 120 juta tahun yang lalu, spesies ular Tetrapodophis ini menggunakan empat bagian anggota tubuhnya, yang masing-masing memiliki lima jari.

Baca juga: Ular Derik Gunakan Ilusi Pendengaran untuk Kelabuhi Manusia

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.