Varian Omicron Terdeteksi di Negara Tetangga, Epidemiolog: Bisa Masuk Indonesia dalam Waktu Dekat

Kompas.com - 03/12/2021, 18:15 WIB
Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529). Dokter di Afrika Selatan yang pertama kali menyadari ada varian baru Covid-19 mengatakan, gejala varian Omicron sangat ringan seperti infeksi virus umumnya. Nama untuk varian Omicron, diambil WHO dari huruf ke-15 dalam alfabet Yunani. SHUTTERSTOCK/natatravelIlustrasi varian Omicron (B.1.1.529). Dokter di Afrika Selatan yang pertama kali menyadari ada varian baru Covid-19 mengatakan, gejala varian Omicron sangat ringan seperti infeksi virus umumnya. Nama untuk varian Omicron, diambil WHO dari huruf ke-15 dalam alfabet Yunani.

KOMPAS.com - Kasus baru infeksi Covid-19 varian baru Omicron sudah ditemukan di dua negara tetangga Indonesia, yaitu Malaysia dan Singapura.

Epidemiolog mengatakan, bukan tidak mungkin jika kasus serupa teridentifikasi di Indonesia dalam waktu dekat.

Hal ini disampaikan oleh Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/12/2021).

Baca juga: Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Mengenai kemungkinan penularan atau infeksi varian Omicron di tanah air, Dicky mengatakan, selain di dua negara tetangga Indonesia, sebelumnya sudah ada sekitar 23 negara lain yang mengidentifikasi adanya penularan kasus varian baru Omicron ini.

Belajar dari kasus identifikasi penularan varian Omicron di Singapura, sebagai negara yang memiliki kemampuan deteksi atau surveillance genomic yang jauh lebih baik daripada Indonesia, maka kata Dicky, ini bukan hal yang mengejutkan jika nanti penularan juga bisa terjadi di Indonesia dalam waktu dekat.

"Itu tetangga terdekat (Malaysia dan Singapura sudah mengidentifikasi penularan), dan kita (Indonesia) bukan negara yang menutup diri ya, jangan kaget kalau 1-2 hari ke depan ini ada (temuan kasus infeksi varian Omicron)," kata Dicky kepada Kompas.com, Jumat (3/12/2021).

"Sekali lagi perkara waktu saja kalau di Indonesia, di Indonesia sudah ada juga besar kemungkinannya, sangat besar kemungkinannya," tambahnya.

Ia berharap, jika nanti ada kasus infeksi varian Omicron di Indonesia ditemukan, semoga itu ditemukan di pusat karantina.

"Kalau saya pribadi ya semoga bukan ditemukan di masyarakat, kalaupun ada kasus infeksi Omicron di Indonesia nanti ditemukannya di pusat karantina. Kalupun ada di komunitas enggak usah kaget juga ya," ucapnya.

Jika ternyata infeksi ditemukan di masyarakat, berarti sudah ada pergerakan penularan varian Omicron tersebut.

Sehingga jika infeksi varian Omicron ditemukan di komunitas, Dicky menyarankan, harus disiapkan tim untuk melakukan upaya tracing kasus tersebut seminggu hingga 2-3 minggu sebelumnya.

Petuga harus mencari tahu dan melakukan testing kepada siapa saja yang memiliki perjalanan dari Afrika Selatan. Sekitar 2,5 persennya harus dilakukan surveillance dengan genome sequencing.

Jika ada yang terdeteksi positif PCR atau positif antigen atau bergejala, baru kita bisa tahu adanya kasus penularan varian Omicron.

"Tentu peningkatan di perbatasan sudah ada, atau sudah memadai, namun di dalamnya juga harus ditingkatkan, tentu dengan upaya surveillance retrospektif," ujarnya.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.