Kompas.com - 03/12/2021, 09:02 WIB
Ilustrasi dokter melakukan imunisasi kepada bayi. Pandemi membuat banyak anak ketinggalan melakukan imunisasi dasar. Kini ada program imunisasi kejar untuk bayi dan anak di bawah dua tahun mendapatkan imunisasi dasar yang tertunda. ShutterstockIlustrasi dokter melakukan imunisasi kepada bayi. Pandemi membuat banyak anak ketinggalan melakukan imunisasi dasar. Kini ada program imunisasi kejar untuk bayi dan anak di bawah dua tahun mendapatkan imunisasi dasar yang tertunda.

KOMPAS.com - Bagi orangtua yang anaknya belum diimunisasi dasar karena pandemi tak perlu khawatir, karena masih bisa menyusul dengan program imunisasi kejar.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak sekaligus Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Hartono Gunardi SpA(K) dalam Media Briefing: Dukungan Multisektoral untuk Kejar Imunisasi, Senin (19/11/2021), 

Kementerian Kesehatan menyebutkan, imunisasi kejar merupakan kegiatan memberikan imunisasi kepada bayi dan Baduta (bawah dua tahun) yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia yang ditentukan pada jadwal imunisasi nasional.

Imunisasi kejar dapat diberikan pada anak usia 36 bulan.

Baca juga: Cegah KLB akibat Imunisasi Dasar Anak Tak Lengkap, IDAI Luncurkan LITTLe KU dan I-POINT

"Imunisasi kejar diperlukan untuk melindungi anak dan mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I)," kata Hartono.

Menurut catatan IDAI, sepanjang bulan Oktober hingga November tahun ini sudah ada data peningkatan kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti Difteri, Campak, Rubella, di masing-masing provinsi di Indonesia.

Padahal kasus-kasus PD3I merupakan penyakit menular yang sudah ditemukan vaksin yang terbukti dapat mencegah penularannya.

Oleh karena itu, Hartono mengingatkan agar orang tua memeriksa kelengkapan  imunisasi dasar nasional dan segera melengkapi bila ada yang tertinggal.

Tidak hanya itu, ia juga berpesan kepada para tenaga kesehatan untuk mendata anak-anak yang imunisasinya tertinggil atau tidak lengkap, dapat diberi reminder atau pengingat untuk mereka segera melengkapinya. Imunisasi perlu dicatat dan dilaporkan. 

"Meskipun kita masih pandemi, tapi ingat diutamakan untuk anak-anak lengkapi imunisasi dasar dan ulangannya (baru vaksin Covid-19)," ujarnya.

Jadwal imunisasi nasional

Untuk melihat jenis dan jadwal imunisasi dasar anak, sebenarnya orang tua bisa melihatnya Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) yang biasanya diberikan oleh pihak fasilitas kesehatan saat ibu sejak hamil.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.