[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Kompas.com - 03/12/2021, 07:11 WIB
Tangkapan layar berita populer Sains sepanjang Kamis (2/12/2021) hingga Jumat (3/12/2021) pagi. Mulai dari WHO sebut dunia telah menciptakan ladang subur bagi varian Covid-19 berkembang, langkah pencegahan Omicron dari WHO, hingga robot hidup pertama yang diklaim bisa bereproduksi. Kompas.comTangkapan layar berita populer Sains sepanjang Kamis (2/12/2021) hingga Jumat (3/12/2021) pagi. Mulai dari WHO sebut dunia telah menciptakan ladang subur bagi varian Covid-19 berkembang, langkah pencegahan Omicron dari WHO, hingga robot hidup pertama yang diklaim bisa bereproduksi.

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, dunia telah menciptakan kondisi beracun untuk varian Covid-19 baru seperti Omicron berkembang biak.

Cakupan vaksinasi rendah, test rendah, dan masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan menjadikan dunia sebagai ladang subur bagi virus corona berkembang dan bermutasi.

Berkaitan dengan Omicron yang sedang menjadi perhatian dunia, WHO pun mengeluarkan sejumlah panduan pencegahan bagi penduduk Bumi.

Sementara peneliti kesehatan sibuk meneliti Omicron dan berusaha memecahkan misterinya, ilmuwan robotik di AS berhasil menciptakan robot hidup yang diklaim bisa bereproduksi.

Dari luar angkasa, astronom menemukan sepasang lubang hitam supermasif terdekat dengan Bumi, ukuran salah satu lubang hitam itu 154 juta kali massa Matahari.

Berikut rangkuman berita populer Sains sepanjang Kamis (2/12/2021) hingga Jumat (3/12/2021).

Dunia ciptakan ladang subur bagi varian baru berkembang

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, dunia telah menciptakan kondisi beracun untuk varian Covid-19 baru seperti Omicron untuk muncul dan menyebar dengan cepat.

WHO menjelaskan, cakupan vaksinasi yang rendah di semua negara, ditambah tes yang sangat rendah untuk melacak virus dan masyarakat yang abai protokol kesehatan, menjadikan dunia sebagai ladang subur bagi virus untuk berkembang biak.

Badan kesehatan PBB itu menekankan, langkah-langkah menghentikan varian Delta yang dominan secara global otomatis akan menghambat Omicron.

"Kita perlu menggunakan alat yang sudah kita miliki untuk mencegah penularan dan menyelamatkan nyawa dari Delta. Dan jika kita melakukannya, kita juga akan mencegah penularan dan menyelamatkan nyawa dari Omicron," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers, Rabu (1/12/2021).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.