Kompas.com - 02/12/2021, 11:02 WIB
Xenobot, robot hidup yang disebut dapat bereproduksi. Robot ini dikembangkan dari sel katak melalui replikasi secara genetik. Wyss Institute via THE GUARDIANXenobot, robot hidup yang disebut dapat bereproduksi. Robot ini dikembangkan dari sel katak melalui replikasi secara genetik.


KOMPAS.com - Tak hanya pada makhluk hidup seperti manusia, hewan, atau tumbuhan saja yang dapat bereproduksi, tetapi robot yang dikembangkan para peneliti diklaim dapat melakukan hal yang serupa.

Adalah Xenobot, sebuah robot yang dikembangkan dari jaringan makhluk hidup yang disebut dapat bereproduksi.

Melansir CNN, Senin (29/11/2021) peneliti di Amerika Serikat menciptakan 'robot hidup' pertama yang dinamakan xenobot mengatakan, bahwa ciptaannya kini dapat bereproduksi dengan cara berbeda dari tumbuhan maupun hewan.

Penelitian ini dilakukan di University of Vermont, Tufts University, serta Wyss Institute for Biologically Inspired Engineering di Universitas Harvard, dan diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences.

Xenobot terbentuk dari kelompok sel induk katak cakar Afrika (Xenopus laevis). Xenobot pertama kali diungkapkan tahun 2020 lalu, dan dikenal sebagai 'robot hidup'.

Gumpalan-gumpalan kecil ini memiliki ukuran sekitar 1 milimeter. Selama eksperimen berlangsung, mereka terlihat bergerak, bekerja sama di dalam kelompok, hingga menyembuhkan dirinya sendiri.

Baca juga: Ilmuwan AS Gunakan Sel Katak untuk Hidupkan Robot di Masa Depan

 

"Saya terkejut dengan (kemampuan 'robot hidup') itu," ujar profesor biologi dan direktur Allen Discovery Center di Tufts University sekaligus penulis utama, Michael Levin.

Menariknya, xenobot si robot hidup ini tidak memiliki sistem pencernaan atau neuron, dan secara alami akan terurai setelah dua pekan.

“Makhluk-makhluk ini bergerak di piring dan membuat salinannya sendiri,” kata prof Josh Bongard, peneliti dari University of Vermont dilansir dari The Guardian, Senin (29/11/2021).

Bongard menuturkan, bahwa xenobot dalam penelitian ini dapat menggerakkan diri mereka sendiri menggunakan rambut yang disebut silia.

“Mereka pasti tidak tumbuh menjadi katak, mereka benar-benar menjaga bentuk yang kami berikan. Dan mereka terlihat dan bereaksi dengan cara yang sangat berbeda dari katak normal,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu karakteristik dari robot hidup xenobot adalah menghasilkan keturunan. Artinya, makhluk apa pun yang menyalin dirinya sendiri dapat dikatakan bereplikasi.

Baca juga: Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

 

 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.