Kompas.com - 01/12/2021, 16:02 WIB
Siput daun. Wikimedia CommonsSiput daun.
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Siput daun (Costasiella kuroshimae) atau dikenal juga dengan nama domba laut merupakan salah satu spesies siput laut.

Siput laut yang satu ini memiliki bentuk yang sangat menggemaskan. Ia mirip dengan domba yang tubuhnya dipenuhi daun sehingga disebut siput daun atau domba laut.

Dilansir dari BBC Travel, siput daun memiliki mata berbentuk manik-manik hitam yang terletak berdekatan.

Ia memiliki tanduk dengan ujung hitam yang menyerupai telinga domba dari kepala putihnya dan cerata hijau berbintik-bintik yang menyembul dari permukaan tubuhnya.

Cerata siput daun, yang mirip dengan tanaman sukulen, memiliki kelenjar pencernaan. Sementara itu, tanduknya mengambil sinyal kimia dalam air dan memberikan indra penciuman pada siput daun dan memungkinkannya menemukan sumber makanan.

Baca juga: Hidup dengan Cangkang, Bagaimana Siput Mendapatkannya?

Tubuh siput daun berukuran sangat kecil, yakni panjang maksimumnya hanta 7 hingga 8 mm saat berusia ewasa.

Kemampuan fotosintesis

Siput daun tidak hidup di terumbu karang, melainkan tinggal di Avrainvillea, sejenis ganggang berbulu halus yang tumbuh di lanau atau pasir yang halus.

Seluruh hidup siput daun dihabiskan di ganggang tersebut dan terkadang setiap anggota koloninya pun hidup di sana.

Selain sebagai tempat tinggal, Avrainvillea juga merupakan sumber makanan siput daun.

Sebagai spesies Sacoglossa atau penghisap getah, siput daun merumput pada alga dan menghisap kloroplasnya yang mengandung klorofil, pigmen fotosintesis.

Baca juga: Usai Penggal Kepala Sendiri, Siput Laut Ini Tumbuhkan Lagi Tubuh Baru

Klorofil disimpan selama 10 hari di cerata siput daun. Hal ini memungkinkan siput daun untuk melengkapi makanannya melalui proses fotosintesis yang umum dilakukan tumbuhan.

Selain dapat mendorong proses fotosintesis, kloroplas dari alga juga menjadi perlindungan bagi siput daun karena memberikan warna hijau untuk berkamuflase dan menghindari dari predator.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Kita
Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Oh Begitu
WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kita
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Fenomena
Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Oh Begitu
95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

Oh Begitu
Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Oh Begitu
Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Oh Begitu
Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Oh Begitu
Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Oh Begitu
Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.