Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Kompas.com - 30/11/2021, 09:03 WIB
Ilustrasi satelit luar angkasa Parker Solar Probe Nasa yang mendekati Matahari. Johns Hopkins University Applied Physics LaboratoryIlustrasi satelit luar angkasa Parker Solar Probe Nasa yang mendekati Matahari.

KOMPAS.com - Wahana antariksa Parker (Parker Solar Probe) NASA membuat rekor baru setelah menyelesaikan orbit terdekat (perihelion) ke-10 ke Matahari.

Pada 21 November 2021, penjelajah luar angkasa itu berada dalam jarak terdekat dengan permukaan Matahari yaitu 8,5 juta km. Menjadikannya wahana antariksa terdekat yang bertahan melewati Matahari.

Tetapi tak hanya itu, Parker juga memecahkan rekor lain sebagai benda buatan manusia tercepat yang pernah ada. Dalam perjalanannya itu, Parker berhasil mencapai kecepatan 586.864 km/jam.

Baca juga: Misi Sentuh Matahari Penuh Ancaman, Wahana Antariksa Parker Dihadang Badai Debu

Kecepatan tersebut mengalahkan pemegang rekor wahana antariksa Helios-2 dengan kecepatan maksimumnya 252.792 km/jam.

Mengutip New Atlas, Senin (29/11/2021) orbit ke-10 merupakan salah satu dari 24 orbit yang direncanakan untuk mendekati Matahari.

Metode itu dilakukan dengan menggunakan tarikan gravitasi Venus dalam serangkaian tujuh flyby (terbang lintas) hingga akhirnya berada dalam jarak 6,9 juta km dari permukaan Matahari dan mencapai kecepatan lebih dari 690.000 km/jam.

Wahana antariksa Parker yang diluncurkan pada 12 Agustus 2018 dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral ini mampu bertahan dari panas dan radiasi.

Tetapi masih rentan terhadap kerusakan dan menciptakan listrik berbahaya dari radiasi Matahari, sehingga orbitnya pun sangat elips untuk memungkinkannya pulih dan mengirimkan data sensor yang direkam tentang korona Matahari, medan magnet, dan dinamika partikel energi Matahari.

Meski begitu hingga saat ini, Parker dalam kondisi sehat dan beroperasi secara normal.

Wahana tersebut akan mulai mengirimkan temuannya pada 24 Desember dan berakhir pada 9 Januari 2022.

Baca juga: Mengapa Sinar Matahari Terasa Panas di Siang Hari? Ini Penjelasannya

Halaman:


Video Pilihan

Sumber New Atlas
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.