Kompas.com - 29/11/2021, 16:34 WIB
Gunung Kilauea, gunung berapi paling aktif di dunia USGSGunung Kilauea, gunung berapi paling aktif di dunia

KOMPAS.comGunung Kilauea adalah gunung berani paling aktif di dunia. Gunung ini terletak di bagian tenggara Hawaii, Amerika Serikat. Gunung ini terus mengalami erupsi (letusan) rata-rata lebih dari sekali dalam setahun.

Erupsi Gunung Kilauea ini justru menjadi daya tarik unik bagi wisatawan. Banyak yang mengunjungi gunung ini dengan harapan melihat gunung ini meletus.

Karakteristik Gunung Kilauea

Gunung Kilauea memiliki tinggi 1.250 meter dan puncaknya terus hancur karena erupsi sehingga membentuk kaldera dengan panjang 5 kilometer dengan lebar 3,2 kilometer. Lereng gunung pada bagian barat dan utara menyambung dengan gunung berani lain di dekatnya, yaitu Gunung Mauna Loa.

Kaldera di puncak Gunung Kilauea memiliki kawah utama yang bernama Halemaumau. Hingga tahun 1924, kawah ini tampak seperti danau lava.

Erupsi Gunung Kilauea menjadi daya tarik karena hampir semua letusannya berupa lava yang mengalir pada retakan di bagian Timur menuju ke laut. Retakan ini disebut East Rift Zone.

Namun, pada tahun 1983, Gunung Kilauea meletus terus-menerus selama berhari-hari. Kejadian ini menghasilkan aliran lava yang menutupi area lebih dari 100 kilometer persegi dan menghancurkan sekitar 200 rumah. Kejadian ini juga menambah garis pantai baru ke pulau ini.

Baca juga: Letusan Bawah Laut Terbesar di Dunia Ciptakan Gunung Berapi Raksasa

Erupsi terbaru Gunung Kilauea

Gunung ini tercatat terus-menerus mengalami erupsi sejak tahun 1961. Setiap tahunnya, gunung ini bisa meletus 2 hingga 3 kali.

Gunung ini baru saja mengalami erupsi lagi pada Minggu, 28 November 2021. Gunung Kilauea meletus dari kawah Halemaumau bagian barat. Gunung aktif ini tidak hanya mengeluarkan lava, tetapi gas vulkanis terus meningkat.

Dilansir dari United States Geological Survey, gas sulfur dioksida terus meningkat sejak sebelum erupsi. Puncak emisi gas sulfur dioksida paling tinggi adalah pada 23 November 2021 dengan emisi sebesar 6.400 ton gas per hari. Adapun rata-rata emisi dalam seminggu terakhir sekitar 3.000 ton gas per hari.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arena Gladiator Romawi Terakhir yang Pernah Dibangun Ditemukan di Swiss

Arena Gladiator Romawi Terakhir yang Pernah Dibangun Ditemukan di Swiss

Oh Begitu
Direktur Gizi Kemenkes: Penanganan Stunting Harus Disesuaikan Versi Kearifan Lokal

Direktur Gizi Kemenkes: Penanganan Stunting Harus Disesuaikan Versi Kearifan Lokal

Oh Begitu
Ilmuwan Deteksi Objek Misterius yang Lepaskan Energi Radio Setiap 18 Menit

Ilmuwan Deteksi Objek Misterius yang Lepaskan Energi Radio Setiap 18 Menit

Fenomena
Sulawesi Jadi Pusat Lokasi Penemuan Spesies Baru Tahun 2021, Ini Daftar Flora dan Fauna

Sulawesi Jadi Pusat Lokasi Penemuan Spesies Baru Tahun 2021, Ini Daftar Flora dan Fauna

Oh Begitu
Ular Tanah, Salah Satu Ular Berbisa yang Banyak Masuk Rumah

Ular Tanah, Salah Satu Ular Berbisa yang Banyak Masuk Rumah

Oh Begitu
Macam-Macam Kelainan Gigi Pada Anak

Macam-Macam Kelainan Gigi Pada Anak

Kita
Studi: Bahan Kimia dalam Produk Plastik Bisa Memicu Kenaikan Berat Badan

Studi: Bahan Kimia dalam Produk Plastik Bisa Memicu Kenaikan Berat Badan

Oh Begitu
Kuda Nil Semprotkan Kotoran saat Dengar Suara Asing Kuda Nil Lain

Kuda Nil Semprotkan Kotoran saat Dengar Suara Asing Kuda Nil Lain

Fenomena
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Internasional, Ini Cara Aksesnya

Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Internasional, Ini Cara Aksesnya

Oh Begitu
Spesies Monyet Langka Ditemukan Kembali di Pegunungan Myanmar

Spesies Monyet Langka Ditemukan Kembali di Pegunungan Myanmar

Oh Begitu
Aliando Syarief Mengaku Alami OCD, Bisakah Penyakit OCD Disembuhkan?

Aliando Syarief Mengaku Alami OCD, Bisakah Penyakit OCD Disembuhkan?

Oh Begitu
Produk Tahan Air dan Noda Disebut Mengandung Bahan Kimia Berbahaya, Studi Jelaskan

Produk Tahan Air dan Noda Disebut Mengandung Bahan Kimia Berbahaya, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Pasien Covid-19 Isoman Diberikan Vitamin C, B, E dan Zinc Gratis, Apa Saja Manfaatnya?

Pasien Covid-19 Isoman Diberikan Vitamin C, B, E dan Zinc Gratis, Apa Saja Manfaatnya?

Oh Begitu
Apakah Paus Termasuk Hewan Mamalia?

Apakah Paus Termasuk Hewan Mamalia?

Oh Begitu
Mendominasi di Jawa dan Bali, Ketahui 6 Fakta Omicron dari Gejala hingga Cara Mencegahnya

Mendominasi di Jawa dan Bali, Ketahui 6 Fakta Omicron dari Gejala hingga Cara Mencegahnya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.