[POPULER SAINS] Apa Saja yang Sudah Diketahui Ahli tentang Varian Omicron? | Material Paling Kuat di Dunia

Kompas.com - 29/11/2021, 07:01 WIB
Tangkapan layar berita populer Sains sepanjang Minggu (28/11/2021) hingga Senin (29/11/2021). Mulai dari apa saja yang sudah diketahui tentang varian Omicron dan langkah pencegahannya, suara terkeras dari hewan, dan material terkuat di Bumi. Kompas.comTangkapan layar berita populer Sains sepanjang Minggu (28/11/2021) hingga Senin (29/11/2021). Mulai dari apa saja yang sudah diketahui tentang varian Omicron dan langkah pencegahannya, suara terkeras dari hewan, dan material terkuat di Bumi.

KOMPAS.com - Varian Covid-19 Omicron langsung ditetapkan WHO sebagai variant of concern tanpa melewati kategori variant of concern. Varian Omicron ini sekarang sedang menjadi perhatian dunia.

Lantas, apa saja yang sudah diketahui ahli tentang varian ini dan apa yang belum diketahui?

3 langkah pencegahan varian Omicron yang disebut-sebut 500 persen lebih menular dibanding varian asli yang muncul di Wuhan pun menjadi berita populer lainnya.

Di sisi lain, bahasan tentang 5 hewan yang memiliki suara terkeras dan material paling kuat di Bumi menjadi berita populer lainnya.

Berikut rangkuman berita populer Sains sepanjang Minggu (28/11/2021) hingga Senin (29/11/2021) pagi.

Apa yang sudah diketahui tentang varian Omicron?

Omicron, varian virus corona baru yang langsung dikategorikan variant of concern (VoC) tanpa melalui kategori variant of interest (VoI) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena penularannya yang sangat cepat dibanding varian lain.

Epidemiolog dari Griffifth University Australia, Dicky Budiman mengatakan, varian baru Omicron disebut 500 persen lebih menular daripada virus corona asli, SARS-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China 2019 lalu.

"Kalau diibaratakan varian delta (yang sempat merebak beberapa waktu lalu) yang 100 persen kecepatannya lebih cepat menular daripada virus liar di Wuhan, ini kemungkinannya (varian baru) Omicron bisa sampai 500 persen atau 5 kalinya kecepatan penularannya," jelas Dicky kepada Kompas.com, Sabtu (27/11/2021).

Kendati demikian, varian Delta tetap mendominasi dunia.

"Namun belum jelas apakah Omicron akan menggantikan Delta," kata Dr. Graham Snyder, direktur medis, pencegahan infeksi dan epidemiologi rumah sakit di University of Pittsburgh Medical Center seperti dilansir Reuters, Minggu (28/11/2021).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.