Kompas.com - 26/11/2021, 20:29 WIB
Beberapa penelitian merekomendasikan para penyintas Covid-19 yang sempat dirawat inap di rumah sakit, baik dengan komorbiditas maupun tanpa komorbiditas, untuk melakukan evaluasi seminggu setelah rawat inap. Ini dilakukan untuk memantau apakah penyintas memiliki long covid atau tidak. PEXELS/ANDREA PIACQUADIOBeberapa penelitian merekomendasikan para penyintas Covid-19 yang sempat dirawat inap di rumah sakit, baik dengan komorbiditas maupun tanpa komorbiditas, untuk melakukan evaluasi seminggu setelah rawat inap. Ini dilakukan untuk memantau apakah penyintas memiliki long covid atau tidak.

KOMPAS.com - Meskipun sudah sembuh dari infeksi Covid-19, beberapa gejala sebagai bagian dari post-Covid syndrome masih terus mengintai para penyintas.

Post-Covid syndrome atau long Covid adalah kumpulan gejala, tanda, dan parameter klinis yang masih dirasakan lebih dari 2 minggu sesudah terkena Covid-19.

"Kondisi ini tidak kembali ke keadaan awal sebelum sakit," kata dr Hikmat Pramukti Sp.PD, selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indak, Pondok Indah, Jumat (26/11/2021).

Baca juga: 70 Persen Penyintas Covid-19 Alami Gejala Long Covid

Ada lima gejala post-Covid syndrome yang paling sering terjadi atau dialami para penyintas Covid-19 ini. Di antara sebagai berikut.

1. Kelelahan atau fatigue, sekitar 58 persen

2. Sakit kepala, 44 persen

3. Gangguan fokus, 27 persen

4. Rambut rontok atau hair loss, 25 persen

5. Gejala lainnya: batuk, perasaan tidak nyaman di dada, gangguan kardiovaskular (aritmia, miokarditis), neurologis (demensia, depresi, gangguan kecemasan, attention disorder, obsessive compulsive disorder).

Pada pasien yang sempat mengalami kondisi gangguan paru berat saat terkena Covid-19, seperti acute respiratory distress syndrome (ARDS), dua pertiga dari mereka merasakan keluhan fatigue yang signifikan setelah setahun terkena Covid-19. 

Kondisi hipertensi, obesitas, serta gangguan kesehatan mental menjadi beberapa faktor risiko seseorang mengalami post-Covid syndrome.

Hikmat menjelaskan, penyebab pasti terjadinya post-Covid syndrome masih terus diobservasi.

Namun, saat ini para ahli meyakini bahwa post-Covid syndrome tersebut dapat terjadi akibat kerusakan organ-organ yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 sebelumnya dan sisa peradangan yang masih berlangsung walaupun virus sudah tidak ada.

Oleh sebab itu, beberapa penelitian merekomendasikan para penyintas Covid-19 yang sempat dirawat inap di rumah sakit, baik dengan komorbiditas maupun tanpa komorbiditas, untuk melakukan evaluasi gejala seminggu setelah rawat inap.

Baca juga: Long Covid, Indra Penciuman Jutaan Penyintas Tak Kunjung Pulih

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.