Kompas.com - 25/11/2021, 10:05 WIB
Ilustrasi kanker paru. SHUTTERSTOCK/create jobs 51Ilustrasi kanker paru.

KOMPAS.com - Imunoterapi dianggap sebagai salah satu terapi atau pengobatan yang bekerja spesifik sesuai tipe kanker paru, dan ini dapat meringankan beban layanan kesehatan kanker paru.

Berdasarkan data Globocan 2020, kematian karena kanker paru di Indonesia meningkat sebesar 18 persen menjadi 30.843 orang dengan kasus baru mencapai 34.783 kasus.

Angka tersebut membuat kematian akibat kanker paru, baik di Indonesia maupun di dunia menempati urutam pertama di antara semua jenis kanker.

Baca juga: Waspadai 8 Gejala Kanker Paru Beserta Faktor Risikonya

Apalagi, saat ini akses pengobatan penyintas kanker paru di JKN masih belum merata.

Berdasarkan Laporan Keuangan BPJS 2019, hanya 3 persen dana dari JKN telah dialokasikan untuk pengobatan kanker, termasuk kanker paru.

Anggota Pokja Onkologi Toraks Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr Sita Laksmi Andarini PhD, Sp.P(K) mengatakan, prevalensi kanker paru di Indonesia memang masih tinggi, dan imunoterapi diharapkan dapat menjawab kebutuhan penyintas dan dapat menekan laju pertumbuhan angka beban kanker paru. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terapi atau pengobatan yang dilakukan untuk pasien kanker, termasuk kanker paru, umumnya dilakukan dengan operasi, kemoterapi, radiasi, dan terapi target.

Terapi-terapi yang ada tersebut memiliki efek samping masing-masing bagi pasien, serta keberhasilannya juga sangat berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh atau imunitas pasien.

Seberapa kuat imunitas tersebut untuk melawan penyakit kanker yang dideritanya dan mendukung terapi yang telah dilakukan.

Alhasil, pentingnya imunitas tubuh untuk membantu meningkatkan kemampuan pasien melawan penyakit dan mempercepat pengobatan dirinya.

Apa itu imunoterapi?

Berdasarkan pentingnya imunitas untuk membantu diri sendiri dari berbagai serangan penyakit, para ilmuwan pun mencoba mengaitkan imunologi dengan terapi yang efektif bagi pasien kanker, dan saat ini pengobatan itu dikenal dengan imunoterapi.

Imunoterapi yang juga kerap disebut dengan imuno onkologi adalah terapi terbaru dalam pengobatan kanker. 

Berbeda dengan pengobatan yang lain, sistem kerja dari pengobatan imunoterapi langsung menghambat sinyal negatif yang digunakan kanker untuk mengelabui sistem imun tubuh melawan kanker. 

Baca juga: Imunoterapi Disebut Inovasi Terapi Kanker yang Minim Efek Samping

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.