Kompas.com - 24/11/2021, 20:02 WIB
Pavel Demidov dari tim Perovo-speleo (Moskow, Rusia) naik ke lubang Babatunda, lubang terbesar (155m) dari Gua Veryovkina. Petr LyubimovPavel Demidov dari tim Perovo-speleo (Moskow, Rusia) naik ke lubang Babatunda, lubang terbesar (155m) dari Gua Veryovkina.
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Dengan kedalaman mencapai 2.212 meter, Gua Verëvkina atau Veryovkina adalah gua terdalam di dunia.

Gua ini terletak di Massif Arabika, Abkhazia, wilayah Georgia yang merupakan rumah bagi empat gua terdalam di Bumi.

Penjelajahan Gua Veryovkina

Dilansir dari ZME Science, Gua Veryovkina pertama kali ditemukan oleh ahli speleologi Soviet pada tahun 1969.

Pada saat itu, ia hanya menjelajahi bagian sedalam 115 meter dan belum mengetahui ukuran sebenarnya dari gua raksasa ini.

Pada tahun 1983, sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Oleg Parfenov berhasil mencatat kedalaman hingga 440 meter.

Baca juga: Sungai Kongo, Sungai Terdalam di Dunia yang Melintasi 9 Negara

Kemudian, ekspedisi di Gua Veryovkina kembali dilakukan pada awal tahun 2000-an yang diorganisir oleh organisasi Perovo Speleo dan Speleoclub Perovo yang berbasis di Moskow.

Ekspedisi tersebut terbukti sangat sulit dan berbahaya. Semakin dalam para peneliti masuk, maka semakin banyak yang dibutuhkan untuk membawa bahan galian ke permukaan sehingga bahaya yang mengintai pun semakin besar.

Setelah beberapa ekspedisi kecil dilakukan, para peneliti akhirnya berhasil menembus dan mencapai kedalaman lebih dari 1.000 meter.

Pencapaian ini menginspirasi para ahli speleologi Rusia untuk terus menjelajah Veryovkina. Mereka pun meluncurkan ekspedisi setiap dua hingga tiga bulan hingga akhirnya, pada tahun 2017, para peneliti berhasil mencapai kedalaman 2.212 meter.

Dengan serangkaian kamp selama ekspedisi, anggota ekspedisi membutuhkan lebih dari empat hari untuk mencapai kedalaman 2.212 meter.

Baca juga: Melihat Kola Superdeep Borehole, Lubang Terdalam di Bumi

Untuk kembali ke permukaan, kru ekspedisi juga membutuhkan waktu yang sama sehingga mereka menghabiskan, setidaknya, satu minggu di dalam Gua Veryovkina.

Itu merupakan waktu yang sangat lama untuk lingkungan yang ekstrem. Selama itu, mereka tetap berkomunikasi dengan pangkalan permukaan untuk memberi informasi mengenai kondisi dan temuan di dalam Veryovkina.

Gua Veryovkina turun hampir secara vertikal dan dipenuhi sumur dengan lorong-lorong horizontal kecil.

Apa yang ada di dalam Gua Veryovkina?

Mulai dari kedalaman 800 meter, air yang mengalir melalui anak-anak sungai kecil memercikkan air melalui lorong-lorong sempit.

Ini membuat Gua Veryovkina sangat lembap. Bahkan, kelembapan sebenarnya mencapai 100 persen dengan kisaran suhu 4 hingga 7 derajat celcius.

Baca juga: 7 Danau Terdalam di Dunia, Ada yang Kedalamannya 1.000 Meter Lebih

Sepanjang perjalanan menuruni gua, tim ekspedisi mengumpulkan sampel udang dan kalajengking langka serta kemungkinan spesies mikroorganisme baru.

Ada juga temuan fosil yang tercetak di bebatuan yang dapat memberikan petunjuk mengenai bagaimana Gua Veryovkina terbentuk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.