Pentingnya Vaksinasi Influenza untuk Cegah Flu di Tengah Pandemi Covid-19

Kompas.com - 20/11/2021, 12:01 WIB


KOMPAS.com - Memasuki musim hujan seperti sekarang, berbagai penyakit termasuk flu kerap dialami oleh banyak orang. Vaksinasi influenza untuk cegah flu parah sangat dianjurkan dan penting dilakukan selama pandemi Covid-19.

Influenza adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus flu atau virus influenza.

"Penggunaan vaksin influenza disarankan bagi orang-orang yang rentan terkena influenza atau ingin mencegah terjadinya co-infection atau infeksi secara bersamaan antara influenza dan Covid-19," ujar Head of Medical Sanofi Pasteur Indonesia, dr Dhani Arifandi dalam konferensi pers Pentingnya Vaksinasi Flu di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (19/11/2021).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksinasi flu musiman satu tahun sekali.

Sebab, kekebalan tubuh dari vaksin flu hanya bertahan setahun saja, juga mengingat biasanya strain atau tipe virus flu bisa berubah setiap tahun.

“Kita tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi sesuai dengan jadwal dan rekomendasi dokter demi melindungi diri dari penyakit infeksi yang berbahaya seperti influenza," ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, M. Epid dalam keterangannya. 

Baca juga: Vaksinasi Influenza Turunkan Risiko Kematian Lansia, Kok Bisa? Ini Kata Ahli

 

 

Selama pandemi Covid-19, WHO merekomendasikan penggunaan vaksin flu atau vaksinasi influenza untuk kelompok dengan risiko tinggi, di antaranya:

  • Balita
  • Orang lanjut usia (lansia)
  • Orang dengan komorbid seperti jantung, HIV/AIDS, diabetes maupun penyakit lainnya
  • Ibu hamil
  • Tenaga kesehatan
  • Wisatawan 

WHO juga mencatat pada 2018, sekitar 3 sampai 5 juta orang di seluruh dunia terkena infeksi virus influenza berat setiap tahun. Dari jumlah tersebut, diperkirakan 290.000 hingga 650.000 orang meninggal per tahunnya.

Maka, vaksinasi flu selama pandemi Covid-19 sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya dampak yang membahayakan.

Pada kesempatan yang sama Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Prof DR dr Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI memaparkan, rekomendasi jadwal imuniasi influenza pada orang dewasa tahun 2021 yang telah disusun PAPDI.

Berdasarkan rekomendasi tersebut, vaksin influenza dewasa sangat dianjurkan, yakni untuk orang dengan usia 19 tahun ke atas untuk mendapatkan vaksinasi influenza secara rutin, guna meningkatkan kekebalan selama pandemi Covid-19.


Baca juga: Siapa Saja yang Perlu Vaksinasi Influenza? Ahli Memaparkan

Ilustrasi vaksin influenza. Orang dewasa perlu mendapat imunisasi influenzaatau vaksinasi flu, sebelum vaksin Covid-19 dipastikan dapat digunakan untuk melawan pandemi virus corona SARS-CoV-2.SHUTTERSTOCK/Tashatuvango Ilustrasi vaksin influenza. Orang dewasa perlu mendapat imunisasi influenzaatau vaksinasi flu, sebelum vaksin Covid-19 dipastikan dapat digunakan untuk melawan pandemi virus corona SARS-CoV-2.

"Kita sekarang punya dua vaksin (influenza) ada yang quadrivalent ada yang trivalent," ungkapnya.

Di sisi lain dia menyebut, seiring berjalannya waktu lansia mengalami penurunan kekebalan tubuh. Akibatnya penyakit seperti influenza sering kali tidak menunjukkan gejala khas.

Maka kemungkinan terjadinya komplikasi penyakit jantung pada lansia dengan influenza meningkat antara 3 hingga 5 kali lipat dan stroke meningkat 2 sampai 3 kali lipat.

Manfaat vaksin flu

Manfaat vaksinasi influenza antara lain menjaga seseorang agar tidak sakit, mengurangi gejala yang berat, meminimalkan transmisi virus, mengurangi angka rawat inap akibat komplikasi influenza, serta mengurangi tingkat keparahan dari infeksi.

Sementara itu, menurut World Heart Federation, pasien dengan kardiovaskular yang rutin mendapat vaksin influenza setiap tahunnya berisiko terkena serangan jantung 67 persen lebih rendah, dan terkena stroke 24 persen lebih kecil.

Baca juga: Alasan Vaksinasi Influenza Perlu Diulang Setiap Tahun

 

Dikatakan Prof Samsuridjal, penderita diabetes berisiko tinggi terkena influenza dan mengalami komplikasi seperti pneumonia angka kematiannya meningkat 3 kali lipat.

 

Artinya, vaksinasi flu selama pandemi Covid-19 berpengaruh pada penderita diabetes dalam mencegah komplikasi yang membahayakan.

"Vaksinasi influenza efektif untuk penderita diabetes, baik untuk mengurangi perawatan, komplikasi, dan kematian," tuturnya.

Dia menegaskan, bahwa vaksinasi influenza pada tenaga medis pun sangat dianjurkan karena dapat melindungi mereka sekaligus mencegah penyebaran virus ke pasien yang dirawat. 

Bagi kelompok berisiko tinggi, pemberian vaksin flu dapat dilakukan ketika pasien dalam kondisi yang stabil. Jika penyakit komorbid sedang kambuh, vaksinasi sebaiknya dilakukan ketika kondisi pasien sudah pulih.

"Selebihnya, tidak ada syarat khusus bagi kelompok berisiko tinggi untuk melakukan vaksinasi influenza, kecuali jika mereka memiliki alergi terhadap bahan-bahan vaksin flu tersebut," jelasnya. 

Baca juga: Alasan Vaksin Influenza Bagi Dewasa Penting di Masa Pandemi Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Fenomena
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Fenomena
Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Fenomena
Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Oh Begitu
China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.