RS Pondok Indah Group

RS Pondok Indah Group adalah grup rumah sakit swasta yang mengelola tiga rumah sakit, yakni RS Pondok Indah - Pondok Indah, RS Pondok Indah - Puri Indah, dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya. Ketiga rumah sakit ini didukung para dokter ahli dari berbagai disiplin ilmu serta mengadopsi teknologi medis terkini untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan terdepan.

Kenali 4 Masalah Makan pada Anak

Kompas.com - 17/11/2021, 20:15 WIB
Baru Jadi Ortu

Waswas soal tumbuh kembang si kecil?

Sigap konsultasi ke dokter anak via Kompas.com

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KOMPAS.com - Enam bulan pertama kehidupan si kecil adalah periode terbaik untuk pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif.

Periode berikutnya adalah masa weaning, yaitu memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) bersama pemberian ASI untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal. Tentunya, menu makanan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses pemberian MPASI.

Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah dr. Ellen Wijaya, Sp.A mengatakan, pemberian makan merupakan bagian penting dari kehidupan bayi dan anak di bawah tiga tahun (batita) dan sebagian besar interaksi orangtua dan anak terjadi pada saat pemberian makan.

Baca juga: Mengapa Anak Susah Makan?

dr. Ellen Wijaya, SpAdok. RSPI dr. Ellen Wijaya, SpA

“Pemberian makan pada bayi dan batita dianggap sebagai proses yang natural, tetapi 50-60 persen orangtua melaporkan bahwa anak mengalami masalah makan,” kata dr. Ellen kepada Kompas.com.

Lebih lanjut disebutkan dr Ellen, masalah makan dapat diklasifikasikan menjadi inappropriate feeding practice, small eaters, food preference, dan parental misperception. Berikut penjelasannya.

1. Inappropriate feeding practice adalah masalah makan yang disebabkan oleh perilaku makan yang salah ataupun pemberian makanan yang tidak sesuai dengan usia si kecil.

2. Small eaters adalah terminologi yang dipakai untuk anak dengan keluhan makan sedikit, status gizi kurang, dan feeding rules benar.

3. Food preference mencakup keluhan pilih-pilih makan atau penolakan terhadap makanan tertentu.

4. Parental misperception merupakan anak yang menurut pendapat orangtua memiliki masalah makan, tetapi setelah diperiksakan ke dokter ternyata orangtua/pengasuh sudah menerapkan feeding rules dengan benar dan anak memiliki status gizi baik.

Terkait hal tersebut dr Ellen menekankan perlunya dilakukan evaluasi terkait penyebab anak susah makan.

Sementara untuk mengetahui, apakah anak tercukupi kebutusan nutrisinya adalah dengan melakukan pemantauan terhadap pertumbuhannya, yang meliputi kenaikan berat badan, panjang badan, lingkar kepala, dan tentunya perkembangan keseluruhan.

Baca juga: Bagi Orangtua, Begini Cara Atasi Susah Makan pada Anak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.