Kompas.com - 16/11/2021, 07:00 WIB
Ilustrasi obesitas freepikIlustrasi obesitas

KOMPAS.comObesitas adalah orang dengan Indeks Massa Tubuh lebih dari 30. Diperkirakan sebanyak 3,4 juta penduduk dunia meninggal akibat obesitas. Angka obesitas di dunia terus meningkat di seluruh dunia dan diperkirakan akan terus meningkat.

Terdapat negara-negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia. Bahkan lebih dari setengah penduduknya mengalami obesitas.

Berikut adalah negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia.

  1. Nauru: 61 persen
  2. Palau: 55,3 persen
  3. Pulau Marshal: 52,9 persen
  4. Tuvalu: 51,6 persen
  5. Tonga: 48,2 persen
  6. Samoa: 47,3 persen
  7. Kiribati: 46 persen
  8. Mikronesia: 45,8 persen
  9. Kuwait: 37.9 persen
  10. Amerika Serikat: 36,2 persen

Baca juga: Prevalensi Obesitas Terus Meningkat, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Penyebab obesitas di negara tersebut

Sebanyak 3 dari 5 negara dengan penduduk obesitas terbanyak terletak di Samudera Pasifik. Hal ini disebabkan karena semua bahan makanan diimpor dari luar pulau sehingga harga bahan makanan tinggi. Sedangkan makanan cepat saji jauh lebih murah dan menjadi pilihan banyak orang.

Setelah negara-negara di Samudera Pasifik, diikuti dengan negara-negara Timur Tengah. Hal ini dipicu oleh kebiasaan makan orang Timur Tengah yang makan dengan satu piring besar yang di makan bersama-sama. Kebiasaan tersebut memicu orang cenderung tidak bisa mengukur porsi makannya sendiri dan makan berlebihan karena bersama-sama.

Bahaya obesitas

Obesitas akan meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit kronis. Contoh penyakitnya adalah diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serangan jantung, dan atheroskleroris. Selain itu, obesitas menyebabkan sindrom metabolik yang bisa menurunkan imun tubuh, sehingga tubuh menjadi rentan terkena penyakit.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.