Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Faktor-Faktor yang Dapat Mempercepat Terjadinya Korosi

Kompas.com - Diperbarui 01/01/2023, 10:56 WIB
Nadia Faradiba

Penulis

KOMPAS.com - Berkarat atau karatan adalah hal yang kerap terjadi pada benda yang terbuat dari besi. Proses berkarat ini disebut dengan korosi.

Korosi adalah proses kimiawi yang sangat merugikan. Korosi bisa menyebabkan struktur bangunan dan jembatan ambruk, pipa minyak rusak, zat kimiawi bocor, atau kamar mandi banjir.

Baca juga: Bukan Perkara Paku Berkarat, Inilah Penyebab Infeksi Tetanus

 

Selain itu, korosi juga bisa mengancam bocornya sampah radioaktif yang disimpan di dalam tempat tertutup.

Apa itu korosi?

Korosi adalah kerusakan material yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan. Korosi merupakan proses elektrokimia yang berasal dari reaksi redoks atau reduksi oksidasi dari lingkungan sekitar. Korosi disebut juga dengan karat.

Korosi terjadi ketika terdapat reaksi antara oksigen, hidrogen, dan perpindahan elektron. Korosi tidak hanya terjadi pada kondisi basah, namun juga pada kondisi kering. Contoh korosi yang terjadi pada kondisi kering adalah akibat oksigen atau gas belerang dioksida. Sedangkan korosi dalam kondisi basah terjadi ketika logam terendam dalam larutan asam.

Faktor-faktor yang mempengaruhi korosi

Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat mempercepat terjadinya korosi:

1. Kontak langsung logam dengan oksigen dan air

Korosi besi terjadi apabila terdapat oksigen dan air. Semakin banyak jumlah oksigen dan air yang kontak dengan logam, maka korosi akan semakin cepat terjadi.

2. Keberadaan zat pengotor

Contoh zat pengotor yang bisa mempengaruhi korosi adalah debu karbon hasil pembakaran. Semakin banyak zat pengotor pada permukaan logam, maka korosi lebih mudah terjadi.

Baca juga: Logam Misterius Ditemukan di Gurun yang Terpencil

3. Keberadaan elektrolit

Jika suatu lingkungan mengandung elektrolit tinggi, ini akan mempercepat terjadinya korosi. Contohnya pada lingkungan air laut yang membuat kapal karam mengalami korosi.

4. Suhu

Suhu panas akan meningkatkan energi kinetik partikel yang memicu terjadinya korosi. Contoh korosi akibat suhu tinggi adalah knalpot kendaraan bermotor. Suhu jarang mempengaruhi logam yang ada di lingkungan rumah, karena butuh suhu yang sangat tinggi untuk menghasilkan korosi akibat suhu.

5. pH

Larutan asam atau yang memiliki pH lebih kecil dari 7 mampu membuat korosi lebih cepat terjaddi dibandingkan larutan yang tidak asam.

6. Mikroba

Terdapat beberapa jenis mikroba yang bisa menyebabkan korosi jika terdapat di permukaan logam, contohnya Thiobacillus thiooxodans dan Thioobacillus ferroxidans.

Baca juga: 2.000 Tahun Tak Berkarat, Rahasia Senjata Pasukan Terakota Terungkap

7. Jenis logam

Logam murni biasanya lebih tahan korosi dibandingkan dengan logam campuran. Logam campuran yang paling tahan korosi adalah stainless steel. Stainless steel banyak digunakan sebagai peralatan sehari-hari, mulai dari peralatan memasak, hingga peralatan medis.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com